Kunci UMKM Naik Kelas, Adaptif dan Inovasi

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:01 WIB
loading...
Kunci UMKM Naik Kelas,...
UMKM didorong terus berinovasi di tengah pandemi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN menyatakan bahwa kemampuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam melakukan adaptasi dan inovasi merupakan faktor terpenting yang harus dimiliki jika pelaku usaha di segmen ini ingin naik kelas.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srianaita Ginting mengatakan UMKM di Indonesia harus bisa untuk terus melakukan inovasi produk baru, inovasi proses penjualan, inovasi penjualan dari offline ke online hingga inovasi dalam hal manajemen.

Kementerian BUMN selaku salah satu stakeholder dalam pengembangan UMKM sudah melakukan beberapa langkah strategis untuk membantu UMKM di Indonesia, mulai dari pembangunan hub digital untuk UMKM hingga bantuan literasi dan kredit untuk UMKM yang bekerjasama dengan instansi BUMN seperti BRI.

"Kementerian BUMN membangun PaDI UMKM, yaitu sebuah hub Pasar Digital UMKM dimana para pelaku UMKM bisa memasarkan produknya melalui kanal PaDI. Selain itu, Kementerian juga menyediakan pengembangan digital kepada UMKM melalui Rumah BUMN sebanyak 244 unit di seluruh Indonesia, lalu penyediaan Digital Kredit UMKM, hingga pembangunan Mall Digital bersama BRI," tutup Loto di Jakarta, Jumat (24/10/2020).

Baca Juga: Bagaimana Kondisi UMKM di Tengah Pandemi? Simak Hasil Surveinya!

Menurut Loto, selama ini UMKM di Indonesia masih terjebak dalam permasalahan yang sama dan masih belum bisa tertangani secara menyeluruh. Menurutnya, permasalahan tersebut diperparah oleh kondisi pandemi Covid-19. "Masalah UMKM di Indonesia yang membuat UMKM ketinggalan dari usaha besar yaitu karena modal yang terbatas, kesediaan bahan baku, distribusi dan pemasaran, perizinan dan adminstrasi, lalu pengelolaan keuangan yang masih konvensional, serta keterbatasan dalam berinovasi. Namun kini permasalahan tersebut semakin berat karena kondisi pandemi," ujar Loto.

Baca Juga: Erick Kebut Pembentukan Holding BUMN, Perusahaan yang Tak Bisa Dimerger Akan Dibubarkan

Hasil survei yang dilakukan Mandiri Institute dan Kementerian BUMN menyatakan bahwa ternyata UMKM yang lebih dahulu masuk ke ranah online lebih kuat terutama dalam masa sulit seperti sekarang. UMKM Online memiliki daya tahan lebih dari 3 bulan dibanding UMKM Offline, pun secara omset UMKM Online cenderung lebih stabil dimana hanya 6,6% UMKM yang mengalami penurunan omzet akibat covid sedangkan UMKM Offline sebanyak 70%-nya mengalami penurunan omzet lebih dari 50%. Hasil riset tersebut juga memperlihatkan bahwa sebanyak 70% UMKM Offline mengajukan restrukturisasi kredit dibandingkan UMKM Online yang hanya diangka 43% saja.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar Mengelola Keuangan...
Belajar Mengelola Keuangan di UMKM Digital Finance Tour
Cara Bank Raya Memacu...
Cara Bank Raya Memacu Pertumbuhan UMKM Digital yang Berdaya Saing di Momen Ramadan
APF Canada Hadirkan...
APF Canada Hadirkan Pemimpin APEC untuk Perkuat Keuangan Digital UMKM Perempuan
Pakar Ingatkan Risiko...
Pakar Ingatkan Risiko Kriminalisasi Profesional terhadap Reformasi BUMN
PLN Mobile Marketplace...
PLN Mobile Marketplace Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Perkuat UMKM dan Pekerja...
Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia, ILO Dorong Inklusi Keuangan
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Pendampingan PNM Berperan...
Pendampingan PNM Berperan Majukan Usaha Ibu-ibu Prasejahtera dari Sabang-Merauke
Gelar Mudik Gratis,...
Gelar Mudik Gratis, ADHI Berangkatkan 100 Ribu Lebih Pemudik ke Berbagai Daerah
Rekomendasi
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved