Ada Gelombang II Covid-19, Penerimaan Sektor Hulu Migas Diprediksi USD7,21 M
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Kendati begitu, Dwi mengakui pandemi Covid-19 memiliki imbas pada pengelolaan sektor hulu migas. "Akibat munculnya gelombang kedua pandemi Covid-19, kondisi permintaan minyak dunia masih belum stabil. Itu akan berdampak kepada pergerakan harga minyak dunia," ungkapnya.
Menurut dia, Covid memberikan dampak pada penundaan beberapa proyek, pengurangan investasi. Dengan harga jual yang turun, maka turut memengaruhi cashflow, dana akan lebih difokuskan pada Wilayah Kerja (WK) Migas yang produktif. Secara global, diperkirakan penurunan investasi di sektor migas sekitar 30%.
Adapun realisasi rata-rata harga ICP meningkat menjadi USD42 per barel hingga bulan September 2020 dari asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) sebesar USD38 per barel. Hal ini berdampak positif bagi penerimaan negara yang mencapai USD6,99 miliar atau 119% melebihi target APBN-P sebesar USD5,86 miliar.
(Baca juga: Luhut Temui Bos Bank Ekspor-Impor AS, Pendanaan USD750 Juta Dikantongin )
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengutarakan, realisasi ICP ini melampui dari target ICP yang ditetapkan dalam APBN-P tahun 2020. "Rata-rata ICP pada APBN-P sendiri ditetapkan USD38 per barel," ungkap Agung.
Menurut dia, Covid memberikan dampak pada penundaan beberapa proyek, pengurangan investasi. Dengan harga jual yang turun, maka turut memengaruhi cashflow, dana akan lebih difokuskan pada Wilayah Kerja (WK) Migas yang produktif. Secara global, diperkirakan penurunan investasi di sektor migas sekitar 30%.
Adapun realisasi rata-rata harga ICP meningkat menjadi USD42 per barel hingga bulan September 2020 dari asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) sebesar USD38 per barel. Hal ini berdampak positif bagi penerimaan negara yang mencapai USD6,99 miliar atau 119% melebihi target APBN-P sebesar USD5,86 miliar.
(Baca juga: Luhut Temui Bos Bank Ekspor-Impor AS, Pendanaan USD750 Juta Dikantongin )
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengutarakan, realisasi ICP ini melampui dari target ICP yang ditetapkan dalam APBN-P tahun 2020. "Rata-rata ICP pada APBN-P sendiri ditetapkan USD38 per barel," ungkap Agung.
(ind)
Lihat Juga :