Minyak Habis EBT Juga Nggak Jalan, Ambyar Guys!

Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:35 WIB
loading...
Minyak Habis EBT Juga...
Masalah menjaga ketahanan energi di dalam negeri cukup pelik. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melaporkan bahwa masalah ketahanan energi di dalam negeri cukup pelik. Pasalnya disamping minyak bumi akan habis juga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) boleh dibilang masih jalan ditempat.

Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa cadangan minyak bumi di Indonesia akan habis dalam 9 tahun lagi. Peneliti Indef Rusli Abdullah pun menyarankan agar penggunaan EBT terus digenjot di samping segera menciptakan ekosistem kendaraan listrik. "Energi ramah lingkungan harus segera masuk digunakan di sektor transportasi sehingga ke depan tidak tergantung minyak terusm," ujar dia dalam Market Review IDX Channel, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga: Waduh, Cadangan Minyak Bisa Cuma Sampai 9 Tahun Lagi

Tidak hanya itu, transprotasi menggunakan sepeda ke kantor perlu digalakkan. Ke depan tren penggunaan sepeda akan terus meningkat seiring adanya panademi Covid-19. "Dalam situasi pandemi ini masyarakat suka bersepeda hal ini bisa didorong, sehingga masyarakat bisa menggunakan sepeda dalam aktivitasnya," jelas dia.

Dia menandaskan, jika pemerintah tidak bisa mengembangkan EBT dan melakukan efisiensi, maka kedepannya akan berdampak pada sisi fiskal negara. Sebab, Indonesia nantinya akan ketergantungan minyak. Di sisi lain cadangan minyak diperkirakan sebentar lagi habis. "Jika tidak berhasil menemukan cadangan minyak baru tentu akan memberatkan sisi fiskal kita karena harus impor. Disisi lain cadangan minyak akan habis," tandas dia. Baca Juga: Cadangan Energi Fosil Kian Tipis, Beralih ke EBT Jadi Mutlak
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Stok Menipis, Pasar...
Stok Menipis, Pasar Minyak Global Terancam Kritis dalam Tiga Bulan ke Depan
Krisis Energi Kian Nyata,...
Krisis Energi Kian Nyata, Cadangan Minyak Dunia Terkuras hingga Level Terendah
Bahlil Sebut Pembelian...
Bahlil Sebut Pembelian Minyak dari Rusia Siap Dikirim Bulan Ini
PLN Enjiniring Integrasikan...
PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Wakil Ketua Komisi XII...
Wakil Ketua Komisi XII Sebut Elektrifikasi Transportasi Bisa Hemat APBN hingga 30%
Redam Risiko Lonjakan...
Redam Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia, INDEF: Kendaraan Listrik Jadi Strategi Krusial
Rekomendasi
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved