Ini 5 Alasan Mengapa Investasi di Indonesia Menjanjikan
Selasa, 27 Oktober 2020 - 16:23 WIB
loading...
BI menilai Indonesia tetap prospektif di mata investor dengan sejumlah alasan positif. Foto/ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini investor akan sangat tertarik untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. Menurut dia, setidaknya ada lima alasan mengapa investasi di Indonesia sangat menjanjikan dan menguntungkan.
Pertama, jelas dia, Indonesia menawarkan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan dengan kondisi makroekonomi yang stabil. Pascakontraksi akibat pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia diperkirakan bakal tumbuh 5% di tahun depan dan 6% secara rata-rata selama lima tahun ke depan.
(Baca Juga: Investasi Saham dan Obligasi Tetap Menguntungkan, Covid-19 Ada Batasnya)
"Inflasi juga terkendali, nilai tukar stabil, dan ketahanan eksternal kuat. Kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati terus menjadi dasar yang kuat dari kebijakan makroekonomi ini," ujar Perry di Jakarta, Selasa (27/10/2020).
Kedua, lanjut dia, Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan reformasi struktural demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Terkait hal ini, pemerintah mengesahkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja untuk merampingkan investasi dan proses bisnis, penyederhanaan birokrasi, strategi yang jelas untuk manufaktur dan hilirisasi sumber daya alam, mengintegrasikan rantai pasokan lokal dan global, serta mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah.
Pertama, jelas dia, Indonesia menawarkan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan dengan kondisi makroekonomi yang stabil. Pascakontraksi akibat pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia diperkirakan bakal tumbuh 5% di tahun depan dan 6% secara rata-rata selama lima tahun ke depan.
(Baca Juga: Investasi Saham dan Obligasi Tetap Menguntungkan, Covid-19 Ada Batasnya)
"Inflasi juga terkendali, nilai tukar stabil, dan ketahanan eksternal kuat. Kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati terus menjadi dasar yang kuat dari kebijakan makroekonomi ini," ujar Perry di Jakarta, Selasa (27/10/2020).
Kedua, lanjut dia, Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan reformasi struktural demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Terkait hal ini, pemerintah mengesahkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja untuk merampingkan investasi dan proses bisnis, penyederhanaan birokrasi, strategi yang jelas untuk manufaktur dan hilirisasi sumber daya alam, mengintegrasikan rantai pasokan lokal dan global, serta mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah.
Lihat Juga :