Pelaku Usaha Mikro Butuh Uluran Tangan dan Pendampingan Hadapi Pandemi

Rabu, 28 Oktober 2020 - 04:12 WIB
loading...
Pelaku Usaha Mikro Butuh...
Pertumbuhan ekonomi nasional yang belum beranjak dari area negatif dalam dua kuartal terakhir sebagai dampak pandemi Covid-19, begitu mengkhawatirkan berbagai kalangan termasuk pelaku usaha mikro. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi nasional yang belum beranjak dari area negatif dalam dua kuartal terakhir sebagai dampak pandemi Covid-19 , begitu mengkhawatirkan berbagai kalangan termasuk pelaku usaha mikro . Supaya mampu bertahan di tengah kondisi yang tidak menguntungkan, para pelaku usaha mikro ini perlu mendapat pendampingan seperti apa yang dilakukan oleh Gumregah Bakti Nusantara (GBN).

“Rekan-rekan para usaha mikro ini, mengalami dampak langsung dan terburuk dari keterpurukan ekonomi. Mereka sulit berusaha sehingga perlu adanya uluran tangan berbagai pihak termasuk Gumregah Bakti Nusantara, yang melakukan pendampingan majukan usaha mereka,” ungkap Presiden GBN, dr. Ali Mahsun Atmo M.Biomed, dalam keteranganya usai acara Peluncuran Program Unggulan Gumregah Bakti Nusantara di Gedung Joeang ’45, Jakarta Pusat, Selasa (27/10).

(Baca Juga: Pelaku UMKM Harus Tahan Banting di Masa Pandemi, Nih Teten Kasih Contoh )

Ali Mahsun Atmo mengatakan, berkaca pada sejarah krisis 1998 silam, malah para pengusaha mikro mampu bertahan ketika terjadi krisis. Terbukti juga, usaha mikro merupakan tumpuan geliat ekonomi nasional. “Usaha mikro kecil dan menengah, memiliki peran strategis, dan ini terbukti mampu bertahan di tengah krisis, dan hampir 99% pelaku ekonomi ini adalah pengusaha mikro,” tuturnya.

Sebagai tahap awal, Ia mengatakan, pola pendampingan pengusaha mikro akan difokuskan pada tiga sasaran utama. Pertama, memajukan ekonomi rakyat dirumah penduduk dan kawasan berupa warung kelontong, warung kuliner, sentra layanan, air sehat, dan motor toko Gumregah. Kedua, memajukan ekonomi rakyat sektor hulu berbasis pertanian, perikanan, perkebunan, dan home industri/pengrajin. Dan ketiga, perluas dan permudah akses permodalan, lahan usaha dan perumahan bagi pengusaha mikro.

“Realisasi di Jawa mulai November 2020, dan luar Jawa awal 2021. GBN dampingi pelaku ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir. Dari rantai pasok, kualitas, kuantitas dan keberlanjutan, serta pendampingan mendapatkan dukungan permodalan dan fasilitas usaha produktif lainnya,” tegas Ali Mahsun Atmo.

Terkait dengan dampak pandemi Covid-19, data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, jumlah UMKM per September kemarin mencapai 64 juta unit usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen, kondisi usahanya terganggu karena pandemi Covid-19.

(Baca Juga: Memberdayakan UMKM Berbasis Digital di Kala Pandemi )

Sedangkan 60-70 persen, kondisi UMKM di Indonesia masih mampu bertahan karena innovasi usaha. Dimana per april 2020, ADB terbitkan data sebanyak 48,6% atau 31 juta UMKM gulung tikar.

Menurut Ali Mahsun Atmo, Gumregah Bakti Nusantara sebagai bagian dari elemen bangsa terpanggil untuk senantiasa mendampingi permasalahan hajat hidup masyarakat kecil agar terlindungi dengan baik. Misalnya, bagi usaha mikro yang tidak mendapatkan atau alami kesulitan akses perbankan juga didampingi dengan bernaung dalam satu wadah koperasi.

Lebih lanjut Presiden GBN, Ali Mahsun Atmo mengatakan, setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak bahkan mendapatkan dividen dari bentuk pelayanan pemerintah. Usaha mikro yang mayoritas pelaku ekonomi ini, harus juga mendapatkan jaminan kelangsungan kehidupan bisnisnya, agar mampu hidup layak serta menghidupi keluarga dan sekolahkan anak-anak mereka.

“Kondisi sekarang ini, para usaha mikro seperti warung klontong, toko rumahan, tukang sayur, pedagang kopi starling, usaha kuliner, ini butuh perlindungan secara cepat, terukur melalui ekosistem usaha yang saling menunjang, baik sesama usaha mikro maupun bermitra dengan usaha menengah dan besar,” tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Buktikan Dampak Nyata, Evanti Sukses Usaha Rumahan hingga Jadi Agen BRILink
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Rekomendasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Berita Terkini
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved