Pelaku UMKM Harus Tahan Banting di Masa Pandemi, Nih Teten Kasih Contoh
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:37 WIB
loading...
Meminta semua pelaku UMKM di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam berusaha di tengah kondisi pandemi Covid-19, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki memberikan contoh. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta semua pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam berusaha di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Ia juga mendorong, agar pelaku usaha berinovasi sehingga mampu bertengah di tengah ketidakpastian yang masih terus ada.
“Harus sabar dan tahan banting. Artinya, kalau pendapatan Anda menurun bahkan usaha Anda harus tutup karena pandemi ini, ya jangan putus asa. Coba bertahan dan bila perlu cari usaha yang sesuai derngan keadaan ini,” kata Teten di Jakarta, Minggu (25/10/2020).
(Baca Juga: Kunci UMKM Naik Kelas, Adaptif dan Inovasi )
Teten Masduki mengatakan, pelaku usaha akan tetap sukses karena bertahan di saat krisis. Selain itu ditekankan juga olehnya, harus ada divestifikasi usaha. “Kalau usaha yang satu mati, maka bisa gerakan usaha uang lain. Inilah namanya tahan banting dan kreatif,” kata dia.
Teten mencontohkan seorang penjual batik di Jawa Tengah. Ketika saat ini pandemi ini usaha batiknya lesu, maka sang pengusaha batik mencoba menyediakan dan menjual pakaian rumahan seperti celana pendek, daster dan sebagainya.
“Harus sabar dan tahan banting. Artinya, kalau pendapatan Anda menurun bahkan usaha Anda harus tutup karena pandemi ini, ya jangan putus asa. Coba bertahan dan bila perlu cari usaha yang sesuai derngan keadaan ini,” kata Teten di Jakarta, Minggu (25/10/2020).
(Baca Juga: Kunci UMKM Naik Kelas, Adaptif dan Inovasi )
Teten Masduki mengatakan, pelaku usaha akan tetap sukses karena bertahan di saat krisis. Selain itu ditekankan juga olehnya, harus ada divestifikasi usaha. “Kalau usaha yang satu mati, maka bisa gerakan usaha uang lain. Inilah namanya tahan banting dan kreatif,” kata dia.
Teten mencontohkan seorang penjual batik di Jawa Tengah. Ketika saat ini pandemi ini usaha batiknya lesu, maka sang pengusaha batik mencoba menyediakan dan menjual pakaian rumahan seperti celana pendek, daster dan sebagainya.
Lihat Juga :