Triwulan III, Pendapatan Operasional Bank Permata Tumbuh 20,4 Persen
Rabu, 28 Oktober 2020 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
"Disiplin dalam manajemen biaya operasional yang didukung dengan penerapan teknologi digitalisasi dalam transaksi perbankan telah membantu Bank Permata untuk terus meningkatkan rasio efisiensi yang berkelanjutan. Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 59,8%, membaik secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 63,6%," sambungnya.
Perseroan juga melaporkan peningkatan jumlah transaksi digital selama tahun 2020 yang menunjukkan bahwa metode ini telah menjadi pilihan utama nasabah dalam beradaptasi dengan masa new normal. Itu terbukti dengan peningkatan volume transaksi mobile banking sebesar 69% dan API (application programming interface) sebesar 400% di tahun 2020 yang lebih tinggi dibandingkan volume transaksi sepanjang 2019.
Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dampak Covid-19, lanjut Ridha, sampai dengan triwulan III/2020 ini Bank Permata telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp1,86 triliun.
Hal itu dengan memperhitungkan potensi peningkatan kerugian kredit sebagai akibat dari perlambatan pertumbuhan perekonomian yang berdampak pada profil risiko portofolio kredit. Sampai dengan akhir September 2020, sekitar 11,6% dari portofolio kredit yang diberikan mengajukan permohonan restrukturisasi dan relaksasi dimana sebagian besar telah diselesaikan.
(Baca Juga: Enaknya, Integrasi Bikin Bank Permata Langsung Naik Kelas ke BUKU IV)
Perseroan juga melaporkan peningkatan jumlah transaksi digital selama tahun 2020 yang menunjukkan bahwa metode ini telah menjadi pilihan utama nasabah dalam beradaptasi dengan masa new normal. Itu terbukti dengan peningkatan volume transaksi mobile banking sebesar 69% dan API (application programming interface) sebesar 400% di tahun 2020 yang lebih tinggi dibandingkan volume transaksi sepanjang 2019.
Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dampak Covid-19, lanjut Ridha, sampai dengan triwulan III/2020 ini Bank Permata telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp1,86 triliun.
Hal itu dengan memperhitungkan potensi peningkatan kerugian kredit sebagai akibat dari perlambatan pertumbuhan perekonomian yang berdampak pada profil risiko portofolio kredit. Sampai dengan akhir September 2020, sekitar 11,6% dari portofolio kredit yang diberikan mengajukan permohonan restrukturisasi dan relaksasi dimana sebagian besar telah diselesaikan.
(Baca Juga: Enaknya, Integrasi Bikin Bank Permata Langsung Naik Kelas ke BUKU IV)
Lihat Juga :