Antara Covid-19 dan Perubahan Iklim, Mana yang Jadi Fokus Sri Mulyani?
Senin, 02 November 2020 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya juga meningkatkan dukungan untuk usaha kecil menengah, termasuk juga komunitas bisnis umum. Pasalnya mereka terkena dampak dari Covid-19. ( Baca juga:Terkait Gus Nur, Bareskrim Periksa Refly Harun Besok )
"Meski kami fokus menangani masalah risiko Covid-19, bukan berarti pemerintah menempatkan risiko paling penting kedua secara global, yaitu perubahan iklim pada urutan kedua. Kami akan terus berkomitmen pada kebijakan dan instrumen, yakni kami mengarahkan dan menangani masalah perubahan iklim," jelas dia.
Dalam konteks ini, tentunya pemerintah Indonesia juga berkomitmen penuh dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Iklim telah menjadi arus utama dalam kebijakan pemerintah, baik itu anggaran, perencanaan pembangunan, maupun yang diterjemahkan ke dalam kebijakan dan instrumen yang diadopsi.
"Jadi untuk Indonesia, komitmen kami terhadap perubahan iklim sudah dituangkan melalui Paris Agreement. Kontribusi yang ditentukan secara nasional, yaitu kami akan mengurangi CO2 sebesar 26% dengan sumber daya kami sendiri dan pengurangan hingga 42% dengan dukungan internasional masih terus dilaksanakan secara konsisten," tandas dia.
"Meski kami fokus menangani masalah risiko Covid-19, bukan berarti pemerintah menempatkan risiko paling penting kedua secara global, yaitu perubahan iklim pada urutan kedua. Kami akan terus berkomitmen pada kebijakan dan instrumen, yakni kami mengarahkan dan menangani masalah perubahan iklim," jelas dia.
Dalam konteks ini, tentunya pemerintah Indonesia juga berkomitmen penuh dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Iklim telah menjadi arus utama dalam kebijakan pemerintah, baik itu anggaran, perencanaan pembangunan, maupun yang diterjemahkan ke dalam kebijakan dan instrumen yang diadopsi.
"Jadi untuk Indonesia, komitmen kami terhadap perubahan iklim sudah dituangkan melalui Paris Agreement. Kontribusi yang ditentukan secara nasional, yaitu kami akan mengurangi CO2 sebesar 26% dengan sumber daya kami sendiri dan pengurangan hingga 42% dengan dukungan internasional masih terus dilaksanakan secara konsisten," tandas dia.
(uka)
Lihat Juga :