Kangen Wisata Aman, Kapan Ya Bisa Pulih Lagi?

Senin, 02 November 2020 - 21:58 WIB
loading...
Kangen Wisata Aman,...
Malioboro, Yogyakarta. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pemulihan pariwisata Indonesia butuh waktu yang lama. Hal itu dikarenakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia selama September 2020 hanya 153,5 ribu kunjungan.

Adapun jumlah tersebut anjlok 88,95% dibandingkan dengan jumlah kunjungan September 2019. Sedangkan kondisi yang sama juga terjadi jika dibandingkan Agustus 2020 turun 5,94%. "Kalau kita lihat pergerakan ini, recovery di sektor pariwisata masih butuh waktu yang panjang," ujar Suhariyanto saat temu virtual, Senin (2/11/2020).

Baca Juga: Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Dadang Sofyan Meninggal Terinfeksi COVID-19

Dia melaporkan penurunan wisman terjadi di hampir seluruh pintu masuk baik melalui jalur udara, laut, maupun jalur darat. Adapun, wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui pintu masuk udara sebanyak 9,97 ribu kunjungan, pintu masuk laut 48,46 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 95,07 ribu kunjungan. "Dilihat berdasarkan pintu masuk udara, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2020 mengalami penurunan sebesar 98,89% dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya," bebernya.

Baca Juga: Asyik! Piknik ke 25 Kota Wisata Ini Dapat Diskon 50%, Ini Rinciannya

Lalu, jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk laut pada September 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 85,21% dibanding September 2019, yaitu dari 327,64 ribu kunjungan menjadi 48,46 ribu kunjungan. Hal itu juga diikuti pintu masuk darat, jumlah kunjungan wisman pada September 2020 mengalami penurunan sebesar 40,83 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 160,67 ribu kunjungan menjadi 95,07 ribu kunjungan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Konten Kreator hingga...
Konten Kreator hingga Monetisasi Sosmed Masuk Jenis Usaha Baru, Bisa Kantongi NIB per Juni 2026
Jasaraharja Putera Perkokoh...
Jasaraharja Putera Perkokoh Kolaborasi Tata Kelola Risiko Pariwisata Labuhan Bajo
Inflasi Maret 2026 Sentuh...
Inflasi Maret 2026 Sentuh 0,41%, BPS Sebut Terkendali
Cetak Rekor 70 Bulan...
Cetak Rekor 70 Bulan Berturut, Surplus Neraca Dagang RI di Februari 2026 Capai USD1,27 Miliar
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Rekomendasi
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved