Rizal Ramli Beberkan Solusi Recovery Ekonomi Tanpa Nambah Utang
Jum'at, 08 Mei 2020 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
Itu artinya, semua Warga Negara Indonesia (WNI) umur 17 tahun ke atas diwajibkan memiliki ATM. Rizal menyarankan agar pemerintah menunjuk BRI dan BNI. Sebab keduanya memiliki cabang di berbagai daerah. Selain itu juga memiliki satelit dan memiliki kapasitas komputer lima kali dari BCA.
Skemanya, setiap rakyat Indonesia, di atas usia 17 tahun harus punya ATM. Setiap bulan diberikan uang via ATM Rp 600.000 - Rp 800.000 untuk jangka waktu 6-8 bulan. Total dana Rp 300 triliun.
Namun, lanjut Rizal, harus dilihat balance-ATMnya, apabila kecil kurang dari Rp 500.000, maka diberikan, namun mereka yang memiliki balance tinggi misalnya yang diatas Rp 1.000.000 maka tidak usah diberikan. Sehingga memang betul-betul untuk rakyat kecil dan pekerja harian.
"Mereka akan lebih hemat. Kalau sekarang mereka diberikan paket 10 jenis, mungkin yang mereka perlukan hanya 3 jenis. Mereka akan lebih hemat dan mereka tidak keberatan untuk lock-out, tinggal di rumah, karena ada uang untuk makan," urainya.
Jika hal ini dilakukan, maka, Bank BRI bisa menjadi bank paling besar di Asia Tenggara walaupun transaksinya di bawah satu juta. "Dan itu modal yang besar untuk BRI dan BNI nanti menguasai pasar ASEAN. Kesulitan harus kita jadikan kesempatan," pungkas Rizal Ramli.
Sehingga, hal tersebut sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan penetrasi perbankan. Justru pada waktu krisis ini kesempatan itu terbuka lebar.
Kesulitan ini memaksa setiap orang memiliki ATM sehingga bank-bank kita bisa menjadi lebih besar. Tidak hanya itu saja, seluruh kompilasi data bisa digunakan sebagai big data analysis untuk segmentasi nasabah-nasabah.
Dengan demikian, di masa datang jika ada masalah, bisa menargetkan bantuan sosial ke segmen yang betul-betul tepat sasaran. "Ini adalah BAT istilah saya yaitu Bantuan ATM Tunai (BAT) atau Bantuan ATM Sosial (BAS)," tandas Rizal.
Skemanya, setiap rakyat Indonesia, di atas usia 17 tahun harus punya ATM. Setiap bulan diberikan uang via ATM Rp 600.000 - Rp 800.000 untuk jangka waktu 6-8 bulan. Total dana Rp 300 triliun.
Namun, lanjut Rizal, harus dilihat balance-ATMnya, apabila kecil kurang dari Rp 500.000, maka diberikan, namun mereka yang memiliki balance tinggi misalnya yang diatas Rp 1.000.000 maka tidak usah diberikan. Sehingga memang betul-betul untuk rakyat kecil dan pekerja harian.
"Mereka akan lebih hemat. Kalau sekarang mereka diberikan paket 10 jenis, mungkin yang mereka perlukan hanya 3 jenis. Mereka akan lebih hemat dan mereka tidak keberatan untuk lock-out, tinggal di rumah, karena ada uang untuk makan," urainya.
Jika hal ini dilakukan, maka, Bank BRI bisa menjadi bank paling besar di Asia Tenggara walaupun transaksinya di bawah satu juta. "Dan itu modal yang besar untuk BRI dan BNI nanti menguasai pasar ASEAN. Kesulitan harus kita jadikan kesempatan," pungkas Rizal Ramli.
Sehingga, hal tersebut sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan penetrasi perbankan. Justru pada waktu krisis ini kesempatan itu terbuka lebar.
Kesulitan ini memaksa setiap orang memiliki ATM sehingga bank-bank kita bisa menjadi lebih besar. Tidak hanya itu saja, seluruh kompilasi data bisa digunakan sebagai big data analysis untuk segmentasi nasabah-nasabah.
Dengan demikian, di masa datang jika ada masalah, bisa menargetkan bantuan sosial ke segmen yang betul-betul tepat sasaran. "Ini adalah BAT istilah saya yaitu Bantuan ATM Tunai (BAT) atau Bantuan ATM Sosial (BAS)," tandas Rizal.
(akr)
Lihat Juga :