Holding BUMN Asuransi Hadir untuk Perkuat Industri Asuransi dan Penjaminan
Selasa, 03 November 2020 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
"IFG juga melakukan transformasi budaya perusahaan untuk dapat meningkatkan pembangunan kapabilitas organisasi holding, dan sumber daya manusia,” ucap Rizal Ariansyah, Direktur Keuangan dan Umum IFG.
Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik lahirnya IFG. Sebagai holding BUMN asuransi dan penjaminan, IFG berperan sebagai pilar penting dalam industri keuangan Indonesia dalam menciptakan produk dan jasa layanan yang inovatif, cermat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
"Tentu sebagai lembaga keuangan yang menaungi bidang investasi, asuransi, dan penjaminan, IFG diharapkan mampu menaikkan pertumbuhan industri keuangan dan selalu mengedepankan semangat amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif atau kami sebut dengan AKHLAK," ujarnya. ( Baca juga:DPR Dukung Komitmen Erick Thohir Prioritaskan Vaksin Merah Putih )
Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan kehadiran IFG dapat semakin mendorong transformasi institusi-institusi keuangan terutama di bidang perasuransian.
"Saya berharap IFG dapat menjalankan peran penting dalam meningkatkan investasi dan memulihkan perekonomian Indonesia melalui produk dan layanan keuangan yang inovatif dan kolaboratif," tuturnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa IFG adalah semangat besar pemerintah untuk menghadirkan layanan dan produk keuangan terlengkap. Luhut menambahkan bahwa di tengah berbagai macam permasalahan yang dihadapi industri asuransi, pangsa pasar asuransi Indonesia masih sangat luas untuk dijajaki. Pasalnya, dari 273 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 1,7% yang telah mengikuti program asuransi.
Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik lahirnya IFG. Sebagai holding BUMN asuransi dan penjaminan, IFG berperan sebagai pilar penting dalam industri keuangan Indonesia dalam menciptakan produk dan jasa layanan yang inovatif, cermat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
"Tentu sebagai lembaga keuangan yang menaungi bidang investasi, asuransi, dan penjaminan, IFG diharapkan mampu menaikkan pertumbuhan industri keuangan dan selalu mengedepankan semangat amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif atau kami sebut dengan AKHLAK," ujarnya. ( Baca juga:DPR Dukung Komitmen Erick Thohir Prioritaskan Vaksin Merah Putih )
Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan kehadiran IFG dapat semakin mendorong transformasi institusi-institusi keuangan terutama di bidang perasuransian.
"Saya berharap IFG dapat menjalankan peran penting dalam meningkatkan investasi dan memulihkan perekonomian Indonesia melalui produk dan layanan keuangan yang inovatif dan kolaboratif," tuturnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa IFG adalah semangat besar pemerintah untuk menghadirkan layanan dan produk keuangan terlengkap. Luhut menambahkan bahwa di tengah berbagai macam permasalahan yang dihadapi industri asuransi, pangsa pasar asuransi Indonesia masih sangat luas untuk dijajaki. Pasalnya, dari 273 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 1,7% yang telah mengikuti program asuransi.
Lihat Juga :