BNSP Bangun SDM Terampil di Sektor Pariwisata
Rabu, 04 November 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Wisnu, ATPRS merupakan terobosan positif yang sudah lama ditunggu oleh para pelaku/pekerja pariwisata. "Program ATPRS ini bagus sekali dan kita dukung bersama. Jika ada masukan dan ide-ide, silakan. Kami menerima dengan terbuka," katanya. ATPRS merupakan sebuah website yang didisain khusus sebagai wadah informasi mengenai detail para pelaku/pekerja pariwisata yang tersertifikasi ASEAN Tourism Professional (ATPs).
Baca Juga: Trump Menang Lawan Biden, Pasar Saham RI Ambrol
"Para pelaku pariwisata dapat mendaftarkan diri mereka, pada website tersebut dengan menampilkan profile, kualifikasi dan pengalaman yang telah dijalani. Website ini juga berisikan MRA matterials seperti toolboxers dan informasi yang berkaitan dengan standar kompetensi, " ujar Wisnu.
Diungkapkan Wisnu, saat ini data ATPRS baru mencapai 4.570 orang. Rinciannya berasal dari Filipina seabnyak 3.492 orang, Indonesia (426), Thailand (153), Kamboja (38), Malaysia (23), dan Myanmar (22). "Jobs advertisement pada sistem juga masih begitu minim,” katanya. Hadir pada acara ini perwakilan dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Perwakilan dari Kemnaker, Perwakilan dari Kemdikbud, Asosiasi PHRI dan ASITA, Ketua NTPB, dan 26 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Baca Juga: Trump Menang Lawan Biden, Pasar Saham RI Ambrol
"Para pelaku pariwisata dapat mendaftarkan diri mereka, pada website tersebut dengan menampilkan profile, kualifikasi dan pengalaman yang telah dijalani. Website ini juga berisikan MRA matterials seperti toolboxers dan informasi yang berkaitan dengan standar kompetensi, " ujar Wisnu.
Diungkapkan Wisnu, saat ini data ATPRS baru mencapai 4.570 orang. Rinciannya berasal dari Filipina seabnyak 3.492 orang, Indonesia (426), Thailand (153), Kamboja (38), Malaysia (23), dan Myanmar (22). "Jobs advertisement pada sistem juga masih begitu minim,” katanya. Hadir pada acara ini perwakilan dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Perwakilan dari Kemnaker, Perwakilan dari Kemdikbud, Asosiasi PHRI dan ASITA, Ketua NTPB, dan 26 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
(nng)
Lihat Juga :