Ramalan Resesi Indonesia, Ekonomi Bisa Amburadul Minus 4%

Rabu, 04 November 2020 - 08:59 WIB
loading...
Ramalan Resesi Indonesia,...
Indonesia diperkirakan akan resmi mengalami resesi menjelang tutup tahun 2020. Hal ini seiring pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini yang diperkirakan minus hingga 4% secara tahunan (year on year/yoy). Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indonesia diperkirakan akan resmi mengalami resesi menjelang tutup tahun 2020. Hal ini seiring pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini yang diperkirakan minus hingga 4% secara tahunan (year on year/yoy).

"Saya rasa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 bisa diangka minus 3-3,5% jika kita mengacu pada pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang minus sebesar 5,32%," ujar Ekonom Indef Nailul Huda saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

(Baca Juga: Waspada!, Indonesia Akan Resesi Panjang Dibanding Krisis Moneter 1998 )

Kalkulasi prediksi ekonomi minus ini dikarenakan stimulus yang masih belum terserap. Hingga membuat daya beli masyarakat turun. "Alasannya daya beli masyarakat yang belum membaik serta stimulus ekonomi yang masih amburadul," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi memproyeksi ekonomi kuartal III tahun ini sebesar minus 4,5% (yoy).

"IKS memperkirakan PDB Indonesia tumbuh positif sebesar 4,0 persen (qtq) not seasonally adjusted, yaitu angka sebelum mengeluarkan pengaruh faktor musiman pada triwulan III 2020. IKS memperkirakan angka year on year (yoy) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 sebesar -4,5%," tandasnya.

(Baca Juga: Berapa Lama RI Terjebak Resesi? Ini Ramalan Airlangga )

Di sisi lain sikap optimis masih terjada, dimana Ekonom Core Piter Abdullah menilai resesi yang akan terjadi di Indonesia sebenarnya hanya stempel untuk kondisi saat ini. Hal ini dikarenakan selama dua kuartal ini pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal mengalami negatif.

"Dua kuartal yang sudah lewat. Ketika dua kuartal yang sudah berlalu itu pertumbuhan ekonomi kita negatif maka diberi stempel resesi," ujar Piter.

Menurut dia, resesi yang dialami Indonesia sudah dirasakan sebelum Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkannya. Hal itu terlihat dari banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Rekomendasi
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved