Pede Maksimum, BKPM Optimis Kantongi Investasi Rp817,2 T di 2020
Rabu, 04 November 2020 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, realisasi investasi di Jawa sebesar Rp98,6 triliun atau 47,2%. Angka ini turun sebesar 12% dibandingkan pada kuartal serupa tahun lalu.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal (Dalaks) BKPM Imam Soejoedi menyebut, realisasi investasi di luar Jawa tersebut membuat investasi di daerah mengungguli nilai investasi di Jawa.
(Baca Juga: Investasi di Jawa Melempem, Luar Jawa Justru Melesat)
"Lebih besarnya porsi realisasi investasi di luar Jawa dibanding Jawa kali ini merupakan pertama kali sejak data realisasi investasi triwulan IV tahun 2016 lalu. Ke depan, harapannya pemerataan investasi di luar Jawa dapat terus terwujud. Yang perlu dicatat, investasi yang ditangani oleh BKPM di sektor riil saja, tidak termasuk sektor migas dan keuangan," ujar Imam
Salah satu faktor pendorong pemerataan realisasi investasi ke luar Jawa adalah infrastruktur yang memadai serta ketersediaan bahan baku. Imam menyebut, daerah non-Jawa semakin memiliki daya tarik bagi investor. Hal itu karena infrastruktur yang sudah dibangun di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Terlebih, pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur di luar Jawa.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal (Dalaks) BKPM Imam Soejoedi menyebut, realisasi investasi di luar Jawa tersebut membuat investasi di daerah mengungguli nilai investasi di Jawa.
(Baca Juga: Investasi di Jawa Melempem, Luar Jawa Justru Melesat)
"Lebih besarnya porsi realisasi investasi di luar Jawa dibanding Jawa kali ini merupakan pertama kali sejak data realisasi investasi triwulan IV tahun 2016 lalu. Ke depan, harapannya pemerataan investasi di luar Jawa dapat terus terwujud. Yang perlu dicatat, investasi yang ditangani oleh BKPM di sektor riil saja, tidak termasuk sektor migas dan keuangan," ujar Imam
Salah satu faktor pendorong pemerataan realisasi investasi ke luar Jawa adalah infrastruktur yang memadai serta ketersediaan bahan baku. Imam menyebut, daerah non-Jawa semakin memiliki daya tarik bagi investor. Hal itu karena infrastruktur yang sudah dibangun di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Terlebih, pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur di luar Jawa.
(fai)
Lihat Juga :