alexametrics

Jelang Ramadhan, Impor Kurma Meningkat 52%

loading...
Jelang Ramadhan, Impor Kurma Meningkat 52%
Ilustrasi buah kurma. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor kurma selama bulan Maret 2020 mengalami kenaikan. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan impor kurma ini terjadi menjelang Ramadhan yang jatuh pada akhir bulan April ini.

"Kalau kita melihat sepuluh barang terbesar impor Maret, salah satunya buah kurma yang biasa impor jelang Ramadhan," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Rabu (15/4/2020).

Berdasarkan data BPS, impor kurma selama bulan Maret 2020 mencapai USD25,9 juta atau naik 52,35% dari bulan sebelumnya yang hanya USD17 juta. Impor kurma bulan Maret 2020 juga meningkat 32,82% dibandingkan bulan Maret 2019 yang sebesar USD19,5 juta.



Adapun secara kumulatif yaitu periode Januari-Maret 2020, total impor kurma mencapai USD54,2 juta. Angka ini meningkat 39,33% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar USD38,9 juta.

Selain itu, BPS mencatat impor barang konsumsi selama Maret 2020 meningkat 43,8% menjadi USD1,27 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, impor barang konsumsi naik 10,66%.

"Barang konsumsi yang meningkat selama Maret yakni senjata dan amunisi serta bagiannya, ini memang impor rutin dilakukan setiap tahun untuk pertahanan dan keamanan negara. Kebetulan 2020 jatuhnya di Maret," jelasnya.

Selain barang konsumsi, impor barang baku atau penolong meningkat 16,34% menjadi USD10,28 miliar dan naik 1,72% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Adapun impor barang modal bulan Maret 2020 sebesar USD1,8 miliar atau turun 1,55% dari Februari 2020 dan turun 18,07% dibandingkan Maret 2019.
(bon)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top