Demi Target Lifting, SKK Migas Undang Investor Asing ke Konvensi Internasional
Rabu, 04 November 2020 - 19:19 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan menggelar Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas atau Konvensi Internasional yang dijadwalkan pada 2-4 Desember 2020 mendatang. Dalam gelaran itu, sejumlah investor luar negeri diagendakan hadir.
Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Yusgiantoro mengutarakan, salah satu tujuan dari Konvensi Internasional adalah menggaet sejumlah investor asing untuk menggenjot target lifting 1 juta barrel minyak per hari (BOPD) pada 2030.
Manajemen SKK Migas akan memberikan kesempatan kepada investor untuk memberikan masukan dan gagasan mereka terkait langkah transformasi hulu migas Indonesia untuk menuju realisasi 1 juta BOPD.
(Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Migas Harus Didukung Pasokan yang Terukur )
"Kita ingin berikan sinyal kepada investor luar bahwa hulu migas Indonesia dalam masa transformasi saat ini. Kita akan melibatkan pembicara (investor) di dalam dan luar negeri untuk sampaikan pendapat dan ide dari mereka agar target 1 juta barel dan 12 BSCFD bisa tercapai," ujar Luky dalam konferensi pers, Rabu (4/11/2020).
Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Yusgiantoro mengutarakan, salah satu tujuan dari Konvensi Internasional adalah menggaet sejumlah investor asing untuk menggenjot target lifting 1 juta barrel minyak per hari (BOPD) pada 2030.
Manajemen SKK Migas akan memberikan kesempatan kepada investor untuk memberikan masukan dan gagasan mereka terkait langkah transformasi hulu migas Indonesia untuk menuju realisasi 1 juta BOPD.
(Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Migas Harus Didukung Pasokan yang Terukur )
"Kita ingin berikan sinyal kepada investor luar bahwa hulu migas Indonesia dalam masa transformasi saat ini. Kita akan melibatkan pembicara (investor) di dalam dan luar negeri untuk sampaikan pendapat dan ide dari mereka agar target 1 juta barel dan 12 BSCFD bisa tercapai," ujar Luky dalam konferensi pers, Rabu (4/11/2020).
Lihat Juga :