Saham-saham Wall Street Melompat Saat Pertarungan Ketat Trump-Biden di Pilpres AS

Kamis, 05 November 2020 - 07:39 WIB
loading...
Saham-saham Wall Street...
Saham-saham Wall Street melompat lebih tinggi seiring pertarungan ketat antara Donald Trump dan rivalnya Joe Biden dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Saham-saham Wall Street melompat lebih tinggi pada perdagangan, Rabu (4/11) waktu setempat seiring pertarungan ketat antara Donald Trump dan rivalnya Joe Biden dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 . Perhitungan suara antara keduanya saling kejar mengejar, sedangkan investor menyakini perubahan kebijakan besar akan sulit diberlakukan.

Baik Presiden Donald Trump dan calon dari Partai Demokrat Joe Biden masih memiliki jalan untuk mencapai 270 suara Electoral College yang diperlukan untuk menang karena negara-negara bagian terus menghitung surat suara. Biden memegang sedikit keunggulan di Wisconsin sementara kampanye Trump mengatakan telah mengajukan gugatan untuk mencoba dan menghentikan penghitungan suara di negara bagian itu.

(Baca Juga: Harap-harap Cemas Hasil Pemilu, Wall Street Minta Semua Pihak Menahan Diri )

Kemenangan kejutan oleh Senator Republik Susan Collins di Maine meredupkan harapan Demokrat bahwa mereka bisa mendapatkan kendali atas Senat AS. Pertumbuhan saham. RLG, saat ini terdiri dari sebagian besar nama di bidang-bidang seperti teknologi. Dimana melonjak 4,31% karena investor mengharapkan mereka untuk terus mengungguli saham bernilai seperti yang mereka miliki dalam beberapa bulan terakhir.

Sedangkan yang ditutup datar, saat ini terdiri dari sebagian besar saham siklonik seperti bank dan energi. "Bahkan jika Joe Biden memenangkan Kepresidenan, sepertinya kita akan memiliki kongres yang terbagi sehingga kesempatan untuk memiliki perubahan yang berarti di tingkat fiskal cukup tipis, dan itulah yang dibahas pelaku pasar saat ini," kata David Joy, kepala strategi pasar di Ameriprise Financial di Boston.

Tercatat Industri Dow Jones naik 367,63 poin atau 1,34% menjadi 27.847,66. Sedangkan S&P 500 memperoleh tambahan 74,28 poin atau 2,20% ke posisi 3.443,44 dan Komposit Nasdaq meningkat 430,21 poin atau 3,85% ke level 11.590,78.

Raihan tersebut secara persentase merupakan yang terbesar secara harian bagi S&P 500 sejak 5 Juni dan untuk Nasdaq, sejak 14 April. Indeks kesehatan S&P. SPXHC melonjak 4,45% hingga ditutup pada rekor tertinggi dan sektor teknologi informasi.

(Baca Juga: Donald Trump Menang, Indonesia Diuntungkan )

SPLRCT juga memperoleh keuntungan kuat, karena Kongres yang terbagi berarti peluang yang lebih ramping untuk pengawasan antitrust yang lebih tinggi, pajak penambahan modal dan pemulihan. Indeks kesehatan mencatat penguatan persentase harian terbesarnya dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Saham-saham Wall Street Melompat Saat Pertarungan Ketat Trump-Biden di Pilpres AS


Namun, investor mengatakan mereka mendukung resolusi definitif dan cepat dari pemilihan presiden untuk membuka jalan kesepakatan pada paket stimulus untuk menghidupkan kembali ekonomi. Indeks FANG+TM NYSE. NYFANG, yang mencakup saham-saham inti FAANG seperti Apple AAPL. O dan Amazon. AMZNO melonjak 4,34% .

Saham kontraktor pertahanan Northrop Grumman NOC. N, Lockheed Martin LMT. N dan Raytheon RTX. N semua bangkit. Farmasi besar seperti Pfizer PFE. N, Merck & Co MRK. N dan Johnson & Johnson JNJ. N juga naik karena Kongres yang berpotensi terpecah kemungkinan akan melindungi industri dari reformasi sweeping. Indeks farmasi NYSE Arca. DRG membidik 4,66% lebih tinggi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah AS Shutdown,...
Pemerintah AS Shutdown, Wall Street Masih Menguat Dibayangi Pengurangan Suku Bunga The Fed
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Tarif Trump Bikin Banyak...
Tarif Trump Bikin Banyak Bursa Saham Ambruk, Warren Buffett: Bukan Apa-apa
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
Gentem Group Buka Cabang...
Gentem Group Buka Cabang Pertama di Jakarta, Fokus pada Lifelong Learning
Musk Jadi Pendonor Politik...
Musk Jadi Pendonor Politik Terbesar di AS usai Kucurkan Rp4,7 Triliun buat Trump
AS Bukan Lagi Negeri...
AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya
Mengapa Perang Iran...
Mengapa Perang Iran Tidak Diinginkan Rakyat AS? Ini 4 Pemicunya
3 Isu yang Mengguncang...
3 Isu yang Mengguncang Popularitas Trump pada 2025
Rekomendasi
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Berita Terkini
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved