Musk Jadi Pendonor Politik Terbesar di AS usai Kucurkan Rp4,7 Triliun buat Trump
Senin, 03 Februari 2025 - 11:06 WIB
loading...
CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk merupakan pendonor politik terbesar dalam siklus Pemilu AS di 2024, usai menyumbang setidaknya USD288 juta atau setara Rp4,7 triliun kepada Donald Trump. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk merupakan pendonor politik terbesar dalam siklus Pemilu AS di 2024 , usai menyumbang setidaknya USD288 juta atau setara Rp4,7 triliun (kurs Rp16,402 per USD) kepada Donald Trump sebagai calon presiden saat itu. Hal ini diungkapkan oleh, Washington Post mengutip analisis pengajuan Komisi Pemilihan Federal (FEC) terbaru.
Setelah akhir Trump menjadi Presiden AS untuk kedua kalinya, Musk ditunjuk untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah yang baru dibentuk, yang bertujuan untuk memangkas pengeluaran dan peraturan federal.
Baca Juga: Daftar 40 Miliarder Pendonor Super Kaya Donald Trump di Pilpres AS 2024
Washington Post menerangkan, "pengeluaran politik 2024 yang mengejutkan oleh Musk" memperkuat pengaruhnya dalam jaringan politik Trump, dengan beberapa kritikus menyebutnya sebagai "de facto, co-president yang tidak terpilih."
Pengeluaran politik Musk sebagian besar mengalir melalui America PAC, PAC super yang dia bantu dirikan untuk mendukung Trump dengan memobilisasi pemilih dengan daerah pemilih rendah di negara-negara bagian yang jadi medan pertempuran utama.
Setelah akhir Trump menjadi Presiden AS untuk kedua kalinya, Musk ditunjuk untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah yang baru dibentuk, yang bertujuan untuk memangkas pengeluaran dan peraturan federal.
Baca Juga: Daftar 40 Miliarder Pendonor Super Kaya Donald Trump di Pilpres AS 2024
Washington Post menerangkan, "pengeluaran politik 2024 yang mengejutkan oleh Musk" memperkuat pengaruhnya dalam jaringan politik Trump, dengan beberapa kritikus menyebutnya sebagai "de facto, co-president yang tidak terpilih."
Pengeluaran politik Musk sebagian besar mengalir melalui America PAC, PAC super yang dia bantu dirikan untuk mendukung Trump dengan memobilisasi pemilih dengan daerah pemilih rendah di negara-negara bagian yang jadi medan pertempuran utama.
Lihat Juga :