Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Isuzu Bidik Sektor Logistik
Kamis, 05 November 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily mengatakan saat menghadapi pandemi, banyak pelaku bisnis hanya berfokus pada strategi reaction, seperti penerapan protokol kesehatan, tetapi melupakan tiga strategi lainnya, yakni recession, rebound, dan reimagine.
Dia pun mengatakan krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi Covid-19 telah mengubah tidak hanya pola hidup masyarakat, tetapi juga pola bisnis. “Pandemi yang membuat masyarakat harus bekerja dari rumah dan sebisa mungkin tidak keluar rumah telah mendorong industri e-commerce berkembang pesat. Dampaknya, industri logistik juga mengalami pertumbuhan di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.
Data Kementerian Keuangan menyebutkan selama pandemi, transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1% menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksinya meningkat 9,9% menjadi Rp20,7 triliun.
Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy memproyeksikan pada 2025 ukuran pasar e-commerce di Indonesia mencapai USD50 miliar, lebih besar dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Singapura, ataupun Vietnam.
“Proyeksi saya kira tidak berlebihan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang relatif besar selalu menjadi potensi market bagi industri apa pun,” katanya. (Baca juga: Kabar Baik Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat)
Menurut dia, dengan berkembangnya industri teknologi digital seperti e-commerce, tentu ada efek multiplier yang dirasakan industri lain termasuk di dalamnya industri logistik.
Dia pun mengatakan krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi Covid-19 telah mengubah tidak hanya pola hidup masyarakat, tetapi juga pola bisnis. “Pandemi yang membuat masyarakat harus bekerja dari rumah dan sebisa mungkin tidak keluar rumah telah mendorong industri e-commerce berkembang pesat. Dampaknya, industri logistik juga mengalami pertumbuhan di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.
Data Kementerian Keuangan menyebutkan selama pandemi, transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1% menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksinya meningkat 9,9% menjadi Rp20,7 triliun.
Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy memproyeksikan pada 2025 ukuran pasar e-commerce di Indonesia mencapai USD50 miliar, lebih besar dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Singapura, ataupun Vietnam.
“Proyeksi saya kira tidak berlebihan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang relatif besar selalu menjadi potensi market bagi industri apa pun,” katanya. (Baca juga: Kabar Baik Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat)
Menurut dia, dengan berkembangnya industri teknologi digital seperti e-commerce, tentu ada efek multiplier yang dirasakan industri lain termasuk di dalamnya industri logistik.
Lihat Juga :