Ekonomi RI Resesi Gara-gara Horang Kayah Belum Jorjoran Belanja

Kamis, 05 November 2020 - 15:14 WIB
loading...
Ekonomi RI Resesi Gara-gara...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Meskipun pada kuartal III-2020 ekonomi Indonesia minus 3,49% secara tahunan (year on year/yoy) sekaligus secara resmi mengalami resesi .

Salah satu tanda perbaikan adalah mulai naiknya konsumsi rumah tangga secara umum. Sayangnya, untuk konsumsi rumah tangga kelas menengah masih tertahan dan terbatas. ( Baca juga:Minus 3,49%, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Kuartal III Membaik karena Belanja Pemerintah )

“Konsumsi rumah tangga dari kelas menengah atas masih terbatas,”ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Menurut Sri Mulyani terbatasnya konsumsi rumah tangga kelas menengah atas karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sedangkan karakter dari konsumsi kelas menengah atas didominasi oleh barang dan jasa.

“Ini dikarenakan kondisi dari covid belum berakhir. Dan karakter dari konsumsi menengah atas didominasi oleh barang dan jasa yang sensitif terhadap mobilitas dengan adanya Covid sehingga mobilitas terbatas. Jadi, konsumsi kelas menengah atas menjadi tertahan,” jelasnya.

Namun menurut Sri Mulyani, secara keseluruhan pengeluaran rumah tangga menunjukan tren perbaikan. Sebelumnya konsumsi rumah tanggan mengalami kontraksi -5,5% di triwulan II-2020 menjadi -4,0% di triwulan III-2020. ( Baca juga:Anies Sebut Lonjakan Klaster Libur Panjang Baru Terasa 2 Pekan Kemudian )

“Dari sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga menunjukan tren perbaikan di triwulan III, yang sebelumnya pada triwulan II mengalami -5,5%. Pada triwulan III telah menunjukan perbaikan di angka -4,0%. Ini dudukung oleh belanja pemerintah dalam rangka perlindungan sosial yang meningkat sangat tajam,” jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,7% di Kuartal II-2026, Purbaya Ungkap Tantangannya
Kelas Menengah Terus...
Kelas Menengah Terus Menyusut, Mampukah RI Jadi Negara Maju di 2045?
Airlangga Incar Kenaikan...
Airlangga Incar Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal-II, Berikut Modalnya
Konsumsi Masyarakat...
Konsumsi Masyarakat Bakal Ngebut di Peak Season Nataru Bikin Sektor Ritel Pede Menatap 2026
Stimulus 8+4+5 Berpeluang...
Stimulus 8+4+5 Berpeluang Menjaga Konsumsi, tapi Ada Risikonya
Pamit dari Kemenkeu,...
Pamit dari Kemenkeu, Sri Mulyani Menangis
Pensiun Jadi Menkeu,...
Pensiun Jadi Menkeu, Sri Mulyani akan Ngajar di Oxford
Tidak Sampai Rp1 Miliar,...
Tidak Sampai Rp1 Miliar, Ini Deretan Kendaraan Mantan Menkeu Sri Mulyani
Pegawai Kemenkeu Iringi...
Pegawai Kemenkeu Iringi Perpisahan Sri Mulyani dengan Lagu dan Mawar
Rekomendasi
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Berita Terkini
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved