Memotong Rantai Kemiskinan Dampak dari Pandemi Covid-19
Jum'at, 06 November 2020 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, APBN merupakan kebijakan pemerintah yang diberikan kepada rakyat yang memiliki instrumen kebijakan mencapai mandat agar Indonesia bisa sejahtera. Apalagi saat ini pemerintah berikhtiar untuk menjalankan ekonomi dengan sehat dan tepat.
"Mandat dan tujuannya adalah mencapai masyarakat yang sejahtera, yang berkesinambungan. Jadi usahakan APBN enggak broken atau enggak rusak biar enggak jadi masalah," ungkapnya.
Terpisah, pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, menekan angka kemiskinan bukanlah prioritas. Seharusnya yang menjadi fokus pemerintah adalah menanggulangi pandemi dan membantu mereka yang terdampak.
Khususnya yang terdampak masuk kelompok miskin. Karena di tengah pandemi kenaikan jumlah penduduk miskin sulit dielakkan. Akibat banyaknya PHK ataupun yang tidak bisa berusaha dan kehilangan pemasukan lalu jatuh miskin.
Kondisi ini tidak terelakkan semuanya karena pandemi. "Jadi fokusnya harus mengatasi sumber atau penyebab utamanya yaitu pandemi. Selama pandemi masih berlangsung, yang bisa dilakukan adalah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak," bebernya. (Lihat videonya: Status Gunung Merapi Naik ke Level Siaga)
Anggota DPR Komisi XI Puteri Komarudin menambahkan potensi peningkatan angka kemiskinan sangat besar karena hampir semua sektor ekonomi terdampak pandemi. Namun program PEN yang dirumuskan saat ini dapat menjadi modal untuk menekan angka kemiskinan.
"Utamanya, bantuan sosial yang dialokasikan diharapkan dapat mencegah pelemahan daya beli bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi," tandas Puteri. (Hafid Fuad/Rina Anggraeni)
"Mandat dan tujuannya adalah mencapai masyarakat yang sejahtera, yang berkesinambungan. Jadi usahakan APBN enggak broken atau enggak rusak biar enggak jadi masalah," ungkapnya.
Terpisah, pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, menekan angka kemiskinan bukanlah prioritas. Seharusnya yang menjadi fokus pemerintah adalah menanggulangi pandemi dan membantu mereka yang terdampak.
Khususnya yang terdampak masuk kelompok miskin. Karena di tengah pandemi kenaikan jumlah penduduk miskin sulit dielakkan. Akibat banyaknya PHK ataupun yang tidak bisa berusaha dan kehilangan pemasukan lalu jatuh miskin.
Kondisi ini tidak terelakkan semuanya karena pandemi. "Jadi fokusnya harus mengatasi sumber atau penyebab utamanya yaitu pandemi. Selama pandemi masih berlangsung, yang bisa dilakukan adalah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak," bebernya. (Lihat videonya: Status Gunung Merapi Naik ke Level Siaga)
Anggota DPR Komisi XI Puteri Komarudin menambahkan potensi peningkatan angka kemiskinan sangat besar karena hampir semua sektor ekonomi terdampak pandemi. Namun program PEN yang dirumuskan saat ini dapat menjadi modal untuk menekan angka kemiskinan.
"Utamanya, bantuan sosial yang dialokasikan diharapkan dapat mencegah pelemahan daya beli bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi," tandas Puteri. (Hafid Fuad/Rina Anggraeni)
(ysw)
Lihat Juga :