Lagi Resesi, Kenaikan Cukai Rokok Bisa Tambah Pengangguran
Jum'at, 06 November 2020 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
"Kenaikan tarif cukai rokok yang terlalu tinggi justru akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja yang itu berarti kontribusi bagi peningkatan jumlah pengangguran di wilayahnya," katanya.
(Baca Juga: Keroyokan Minta Pemerintah Tunda Kenaikan Cukai Rokok)
Terkait besaran kenaikan tarif CHT rokok mesin, Umi mengatakan sebaiknya moderat atau sesuai dengan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan yang terlampau tinggi, kata dia, pasti akan memengaruhi kinerja industri hasil tembakau. "Setidaknya, dalam situasi krisis ini yang kita perhatikan adalah keberlangsungan tenaga kerjanya dulu," ujarnya.
Umi menambahkan, faktor keluarga dan lingkunganlah juga turut berperan penting dalam menekan perokok usia dini, selain kampanye bahaya rokok lewat jalur pendidikan formal dan informal. "Saya rasa cara itu penting untuk menekan konsumsi rokok di kalangan remaja," pungkasnya.
(Baca Juga: Keroyokan Minta Pemerintah Tunda Kenaikan Cukai Rokok)
Terkait besaran kenaikan tarif CHT rokok mesin, Umi mengatakan sebaiknya moderat atau sesuai dengan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan yang terlampau tinggi, kata dia, pasti akan memengaruhi kinerja industri hasil tembakau. "Setidaknya, dalam situasi krisis ini yang kita perhatikan adalah keberlangsungan tenaga kerjanya dulu," ujarnya.
Umi menambahkan, faktor keluarga dan lingkunganlah juga turut berperan penting dalam menekan perokok usia dini, selain kampanye bahaya rokok lewat jalur pendidikan formal dan informal. "Saya rasa cara itu penting untuk menekan konsumsi rokok di kalangan remaja," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :