Bos Garuda Sebut Banyak Penumpang Naik Pesawat Karena 'Terpaksa'

Jum'at, 06 November 2020 - 21:24 WIB
loading...
Bos Garuda Sebut Banyak...
Pramugari Garuda Indonesia. Foto/Dok SINDOphoto/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan sejumlah fakta terkait penumpang yang terbang selama masa pandemi. Pasalnya, meskipun perseroan sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, banyak penumpang yang masih ragu untuk terbang.

Menurut Irfan, beberapa masyarakat yang terbang merupakan mereka yang terpaksa harus terbang. Sementara bagi mereka yang hanya butuh terbang, memilih untuk menunda hingga pandemi ini berakhir.

"Nah banyak dari mayoritas penumpang Garuda itu adalah mereka yang klasifikasinya harus terbang, yang mau terbang masih sedikit," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (6/11/2020).

(Baca juga: Akhir Tahun, Penerbangan Internasional Diramal Mulai Tumbuh )

Oleh karena itu, untuk memastikan masyarakat mau terbang, pihaknya menekankan dua poin. Pertama adalah sebagai penyedia jasa memastikan untuk menjalankan protokol kesehatan secara konsisten.

"Musti dipahami bahwa ini persoalan confident. Ada dua sisi, yang pertama adalah kami dari segi penyedia jasa bisa memastikan konsisten atau nggak, protokol dan aturan main di dalam pesawat sedemikian rupa sehingga penumpang terbang bersama Garuda aman," jelasnya.

Yang kedua adalah berharap agar vaksin bisa segera ditemukan. Semakin cepat vaksin ditemukan, maka level of confidence dari penumpang juga bisa naik dengan cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Ini 5 Bandara Tersibuk...
Ini 5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang Pesawat
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Arus Mudik 2026 di Bandara...
Arus Mudik 2026 di Bandara Soetta, 191 Ribu Penumpang Pesawat Diterbangkan ke Kampung Halaman
Rekomendasi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
NASA Jajaki Pembuatan...
NASA Jajaki Pembuatan Pesawat Penumpang Tercepat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved