Harapan Baru di Tengah Pandemi
Sabtu, 07 November 2020 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pola hidup masyarakat yang bekerja hingga malam hari membuat mereka lebih sering memesan makanan ketimbang makan di rumah. Dan perilaku tersebut didukung oleh perkembangan teknologi dan internet. "Dari pada pulang kerja kena macet lebih baik tunggu di kantor sambil order makanan,"jelas Agni
Pola hidup masyarakat tersebut diklaim membuat bisnis kuliner kian menjanjikan dan mampu menyerap tenaga kerja baru lebih banyak. Seperti bisnis makanan daring yang mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Data ini serupa dengan yang dimiliki oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). (Baca juga: Perkuat Imunitas dengan Konsumsi Buah)
Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengungkapkan, meskipun kuliner bukan usaha baru, dalam metode penjualan yang dilakukan secara daring, bisnis kuliner memberikan kontribusi terbesar untuk sektor ekonomi, karena mampu memberikan lapangan pekerjaan baru.
Dari 16 sektor, ada 3 sektor yang menyumbang 30% untuk perekonomian kreatif, yakni kuliner, mode, dan kerajinan. Kuliner memberi sumbangsih hingga 34%. "Karena tingkat pendapatan perkapita naik dan tumbuh, jadi peluang gaya hidup akan ikut naik. Meski bukan peluang bisnis baru, dengan metode pemasaran yang baru melalui media sosial bisnis ini akan selalu diminati. Selain itu tenaga kerja di dalamnya juga banyak," tandas Fadjar.
Usaha di bidang kuliner bisa menjadi lapangan pekerjaan baru walaupun dengan modal Rp1 juta atau bahkan kurang karena jenis usaha ini akan selalu dicari dan menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat serta berpeluang mencatat keuntungan lumayan besar. Untuk memulai usaha ini, harus dipastikan betul makanan yang dijual benar-benar sesuai dengan selera konsumen.
Selain makanan dan minuman, peluang usaha baru yang bisa memberikan banyak kontribusi saat pandemi adalah menjual bibit tanaman hidroponik. Modal untuk menjalankan bisnis ini relatif kecil lantaran hanya membeli bibit, media tanam, pupuk dan air. (Baca juga: Kampanye Tatap Muka Meningkat, Kampanye Daring Turun)
"Berbudi daya tanaman hidroponik justru bisa menjadi alternatif lapangan pekerjaan baru, apalagi sekarang lagi healthy lifestyle dengan menggunakan bahan back to nature, terlebih awarenes hidup sehat menjadi lebih tinggi," papar pengelola dan mentoring hidroponik, PT Astra Komponen Indonesia, Dadan Ramdani.
Jika dilakukan dengan serius dan konsisten, memang budi daya tanaman hidroponik menjanjikan. Dandan pun mencontohkan salah satu petaninya yang tergabung dalam koperasi hidroponik miliknya mampu menyuplai sayuran pakcoi sebanyak 250 kg/hari ke hotel dan restoran sebelum pandemi corona (Covid-19) .
Pola hidup masyarakat tersebut diklaim membuat bisnis kuliner kian menjanjikan dan mampu menyerap tenaga kerja baru lebih banyak. Seperti bisnis makanan daring yang mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Data ini serupa dengan yang dimiliki oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). (Baca juga: Perkuat Imunitas dengan Konsumsi Buah)
Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengungkapkan, meskipun kuliner bukan usaha baru, dalam metode penjualan yang dilakukan secara daring, bisnis kuliner memberikan kontribusi terbesar untuk sektor ekonomi, karena mampu memberikan lapangan pekerjaan baru.
Dari 16 sektor, ada 3 sektor yang menyumbang 30% untuk perekonomian kreatif, yakni kuliner, mode, dan kerajinan. Kuliner memberi sumbangsih hingga 34%. "Karena tingkat pendapatan perkapita naik dan tumbuh, jadi peluang gaya hidup akan ikut naik. Meski bukan peluang bisnis baru, dengan metode pemasaran yang baru melalui media sosial bisnis ini akan selalu diminati. Selain itu tenaga kerja di dalamnya juga banyak," tandas Fadjar.
Usaha di bidang kuliner bisa menjadi lapangan pekerjaan baru walaupun dengan modal Rp1 juta atau bahkan kurang karena jenis usaha ini akan selalu dicari dan menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat serta berpeluang mencatat keuntungan lumayan besar. Untuk memulai usaha ini, harus dipastikan betul makanan yang dijual benar-benar sesuai dengan selera konsumen.
Selain makanan dan minuman, peluang usaha baru yang bisa memberikan banyak kontribusi saat pandemi adalah menjual bibit tanaman hidroponik. Modal untuk menjalankan bisnis ini relatif kecil lantaran hanya membeli bibit, media tanam, pupuk dan air. (Baca juga: Kampanye Tatap Muka Meningkat, Kampanye Daring Turun)
"Berbudi daya tanaman hidroponik justru bisa menjadi alternatif lapangan pekerjaan baru, apalagi sekarang lagi healthy lifestyle dengan menggunakan bahan back to nature, terlebih awarenes hidup sehat menjadi lebih tinggi," papar pengelola dan mentoring hidroponik, PT Astra Komponen Indonesia, Dadan Ramdani.
Jika dilakukan dengan serius dan konsisten, memang budi daya tanaman hidroponik menjanjikan. Dandan pun mencontohkan salah satu petaninya yang tergabung dalam koperasi hidroponik miliknya mampu menyuplai sayuran pakcoi sebanyak 250 kg/hari ke hotel dan restoran sebelum pandemi corona (Covid-19) .
Lihat Juga :