Harapan Baru di Tengah Pandemi

Sabtu, 07 November 2020 - 06:01 WIB
loading...
Harapan Baru di Tengah...
Di tengah pandemi corona (Covid-19), ada saja peluang kerja yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan. Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Di tengah pandemi corona (Covid-19) , ada saja peluang kerja yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan, bahkan berkembang. Pola pikir yang eksploratif jadi kunci agar kegiatan usaha berlanjut di tengah krisis.



Covid-19 telah melumpuhkan kegiatan ekonomi, terutama yang terdampak kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru. Namun di tengah kondisi seperti ini, ada saja peluang usaha baru yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan dan berkembang. (Baca: Dimanakah Tempat Ikhlas Itu?)

Wulan (25) misalnya, yang memaksimalkan potensi yang dimilikinya dengan berjualan beraneka sambal secara daring. Menurutnya, banyak orang yang menyukai sambal. Bahkan, ada yang tidak bisa makan tanpa sambal. Peluang inilah yang ia manfaatkan untuk memulai bisnisnya.

"Saya memanfaatkan peluang dengan menjual apa yang mayoritas orang suka, yakni sambal. Dan ada berbagai variasi seperti sambal cumi, sambal Teri, sambal tongkol, sambal bawang, dan sambal oseng mercon,"tuturnya.

Dalam segi pemasaran, dia memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Wulan pun menyatakan bahwa hal ini adalah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Sambal dengan berbagai aneka variasi rasa tersebut dijual dengan harga Rp18.000 sampai Rp 26.000 per botol. Dari penjualan sambalnya, Wulan mengaku bisa mendapatkan laba bersih mulai dari Rp4 juta sampai Rp5 juta per bulan. (Baca juga: Kampus Merdeka Siapkan Mahasiswa untuk Hadapi Tantangan Global)

Hal ini menunjukkan bahwa peluang usaha makanan yang dipasarkan melalui daring cukup menjanjikan. Salah satu faktornya adalah semakin meningkatnya kebutuhan dan gaya hidup masyarakat saat ini. Data dari Parama Indonesia, salah satu lembaga yang membantu perusahaan start up berkembang, menyatakan sektor kuliner Indonesia tumbuh rata-rata 7% hingga 14% per tahun dalam lima tahun terakhir. Sub sektor makanan, terutama makanan yang dikemas menarik dan ready to eat memiliki pertumbuhan paling tinggi sekitar 14% per tahun dan angka tersebut akan mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Menurut Direktur Parama Indonesia, Agni Pratama mengatakan, peluang bisnis di sektor makanan masih akan meningkat setiap tahunnya, hal ini dipicu karena salah satu kebutuhan masyarakat di kota besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Rupiah Pekan Depan Diramal...
Rupiah Pekan Depan Diramal Masih di Atas Rp17.000 per Dolar AS
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Nyari Selamat di Tengah...
Nyari Selamat di Tengah Krisis, Simpanan Dolar Global Cetak Rekor Tembus Rp252.285 Triliun
Sinyal Resesi Global...
Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
Ronaldo Jadi Brand Ambassador...
Ronaldo Jadi Brand Ambassador Global, Dreame Indonesia Luncurkan 3 Produk Smart Home Terbaru
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved