Harapan Baru di Tengah Pandemi
Sabtu, 07 November 2020 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Saat pandemi pun mereka tetap bisa memasarkan melalui aplikasi online. Atau bisa dengan menawarkan sayuran hasil hidroponik ke tetangga dan baru mengembangkannya pada skala besar yang lebih luas. Karena semua bisnis menguntungkan, termasuk hidroponik tetapi tergantung siapa yang menjalankan.
"Jika ingin memulai bisnis, kreativitas dan keberanian harus diperlukan. Pertama mungkin bisa menawarkan sayuran hidroponik ke tetangga dan mengembangkannya ke skala yang lebih luas," saran Dadan. (Baca juga: Gelaran ICTM Dorong Pertumbuhan Ekonomi)
Hal senada juga diungkapkan perencana keuangan, Aidil Akbar mengungkapkan ada beberapa usaha baru yang memiliki modal sedikit namun berpotensi cukup tinggi dan bisa menjadi lapangan kerja baru, pertama makanan sehari-hari atau lauk pauk yang memiliki daya tahan lama seperti makanan kering, camilan, dan sambal-sambalan.
Selanjutnya produk-produk penunjang kesehatan seperti vitamin, suplemen, masker, sayuran hidroponik, dan hand sanitizer. Lalu di dunia fashion yang memiliki potensi tinggi tetapi modalnya rendah adalah produk jilbab. Sementara dari segi pemasaran, semua cara pemasarannya bisa melalui online. Mulai dari media sosial seperti Instagram, Facebook, dan bergabung melalui marketplace.
"Jadi kalau khusus makanan, pilih menu atau makanan yang tahan lama, untuk pemula yang belum mengerti sistem memasak yang bisa tahan lama bisa pakai sistem PO (pre order)," urai Aidil.
Masyarakat yang ingin menjalankan usaha-usaha tersebut perlu memiliki ciri khas atau keunikan sendiri dari tiap produk yang dijual. Sebab produk-produk makanan, kesehatan, dan fashion memiliki pesaing yang besar. (Lihat videonya: Pemda DKI Jakarta Berencana Perpanjang PSBB Transisi)
"Kita harus punya ciri yang berbeda dengan harga yang bersaing. Misalnya untuk makanan, kemasan yang menarik dan rasa yang enak, harus jadi perhatian supaya orang mau membeli dan membeli lagi," dia member sarannya.
Jika mengalami kesulitan memasarkan produk dagangannya, Aidil menyarankan agar tidak ragu bekerja sama dengan para reseller atau dropshipper. Sebab mereka memiliki pasar yang cukup luas. (Aprilia S Andyna)
"Jika ingin memulai bisnis, kreativitas dan keberanian harus diperlukan. Pertama mungkin bisa menawarkan sayuran hidroponik ke tetangga dan mengembangkannya ke skala yang lebih luas," saran Dadan. (Baca juga: Gelaran ICTM Dorong Pertumbuhan Ekonomi)
Hal senada juga diungkapkan perencana keuangan, Aidil Akbar mengungkapkan ada beberapa usaha baru yang memiliki modal sedikit namun berpotensi cukup tinggi dan bisa menjadi lapangan kerja baru, pertama makanan sehari-hari atau lauk pauk yang memiliki daya tahan lama seperti makanan kering, camilan, dan sambal-sambalan.
Selanjutnya produk-produk penunjang kesehatan seperti vitamin, suplemen, masker, sayuran hidroponik, dan hand sanitizer. Lalu di dunia fashion yang memiliki potensi tinggi tetapi modalnya rendah adalah produk jilbab. Sementara dari segi pemasaran, semua cara pemasarannya bisa melalui online. Mulai dari media sosial seperti Instagram, Facebook, dan bergabung melalui marketplace.
"Jadi kalau khusus makanan, pilih menu atau makanan yang tahan lama, untuk pemula yang belum mengerti sistem memasak yang bisa tahan lama bisa pakai sistem PO (pre order)," urai Aidil.
Masyarakat yang ingin menjalankan usaha-usaha tersebut perlu memiliki ciri khas atau keunikan sendiri dari tiap produk yang dijual. Sebab produk-produk makanan, kesehatan, dan fashion memiliki pesaing yang besar. (Lihat videonya: Pemda DKI Jakarta Berencana Perpanjang PSBB Transisi)
"Kita harus punya ciri yang berbeda dengan harga yang bersaing. Misalnya untuk makanan, kemasan yang menarik dan rasa yang enak, harus jadi perhatian supaya orang mau membeli dan membeli lagi," dia member sarannya.
Jika mengalami kesulitan memasarkan produk dagangannya, Aidil menyarankan agar tidak ragu bekerja sama dengan para reseller atau dropshipper. Sebab mereka memiliki pasar yang cukup luas. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :