ISYEF Bantu Optimalkan UMKM Berbasis Remaja Masjid
Sabtu, 07 November 2020 - 16:53 WIB
loading...
ISYEF Bantu Optimalkan UMKM Berbasis Remaja Masjid/Menpan.go.id
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) menggelar ISYEFpreneur, sebuah kegiatan pemberdayaan entrepreneur (wirausaha) yang membidik pemuda dengan wirausaha berbasis masjid. ISYEFpreneur merupakan program kerja sama antara ISYEF dengan Bank Indonesia, Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
’’Kami ingin mengoptimalkan potensi UMKM yang lahir dari masjid, yang digerakkan oleh anak - anak muda yang beraktivitas di seputaran masjid,’’kata Chairman ISYEF Atras Mafazi dalam keterangan pers.
Dia menjelaskan, di Indonesia, ada sekitar 800 ribu masjid. Jika satu masjid ada satu UMKM yang lahir, maka begitu besar impact yang lahir dari UMKM . ’’Kita tahu, UMKM ini sangat didorong oleh pemerintah Indonesia, khususnya di masa pandemi ini, untuk menggerakkan roda ekonomi dari akar rumput,”jelasnya. Baca Juga: Bos garuda Sebut Banyak Penumpang Naik Pesawat Karena 'Terpaksa'
Dari 177 proposal yang diterima, 25 proposal usaha dari 25 komunitas masjid dinyatakan lolos kualifikasi. Proposal usaha pun beragam, mulai dari usaha makanan dan minuman, layanan ojek online, layanan belajar mengaji berbasis aplikasi, hingga layanan teknologi edukasi atau yang lazim dikenal dengan istilah edu-tech.
Komunitas masjid dari proposal usaha terpilih pun berhak mendapatkan mentoring alias bimbingan mulai tanggal 24 September hingga 25 Oktober 2020. Bimbingan didapatkan dari para senior entrepreneurs maupun para pakar di bidang lain, seperti ahli hukum, ahli keuangan syariah, hingga para pendiri start-up.
’’Kami ingin mengoptimalkan potensi UMKM yang lahir dari masjid, yang digerakkan oleh anak - anak muda yang beraktivitas di seputaran masjid,’’kata Chairman ISYEF Atras Mafazi dalam keterangan pers.
Dia menjelaskan, di Indonesia, ada sekitar 800 ribu masjid. Jika satu masjid ada satu UMKM yang lahir, maka begitu besar impact yang lahir dari UMKM . ’’Kita tahu, UMKM ini sangat didorong oleh pemerintah Indonesia, khususnya di masa pandemi ini, untuk menggerakkan roda ekonomi dari akar rumput,”jelasnya. Baca Juga: Bos garuda Sebut Banyak Penumpang Naik Pesawat Karena 'Terpaksa'
Dari 177 proposal yang diterima, 25 proposal usaha dari 25 komunitas masjid dinyatakan lolos kualifikasi. Proposal usaha pun beragam, mulai dari usaha makanan dan minuman, layanan ojek online, layanan belajar mengaji berbasis aplikasi, hingga layanan teknologi edukasi atau yang lazim dikenal dengan istilah edu-tech.
Komunitas masjid dari proposal usaha terpilih pun berhak mendapatkan mentoring alias bimbingan mulai tanggal 24 September hingga 25 Oktober 2020. Bimbingan didapatkan dari para senior entrepreneurs maupun para pakar di bidang lain, seperti ahli hukum, ahli keuangan syariah, hingga para pendiri start-up.
Lihat Juga :