Jumlah Penduduk Bertambah, Sektor Pertanian Kian Penting

Senin, 09 November 2020 - 13:05 WIB
loading...
Jumlah Penduduk Bertambah,...
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mencoba alat mesin pemanen padi combine harvester saat panen raya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, belum lama ini.. (Foto: Humas Kementan)
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat harus diiringi dengan pertumbuhan kecukupan pangan. Struktur umur penduduk yang saat ini didominasi penduduk usia produktif harus dibarengi oleh kebutuhan pangan yang juga bertambah besar.

(Baca juga:Urgensi Regenerasi Sektor Pertanian)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian menjadi penting dan menjadi solusi utama dalam menghadapi pertambahan penduduk. Untuk itu, pembangunan sektor pertanian perlu perhatian khusus agar mampu menyediakan pangan secara nasional bahkan dunia.

(Baca juga:Agro Industri Bagian Penting Kekuatan Pertanian)

"Pertanian menjadi penting dan pertanian jadi solusi utama bagi penduduk. Kenapa? Karena pertanian membuka lapangan kerja kemudian mendapatkan hasil yang langsung dirasakan. Pertanian mampu memutar ekonomi daerah," ujarnya dalam webinar Ketahanan dan Swasembada Pangan Indonesia 2045, Senin (9/11/2020).

(Baca juga:Ekonomi Nasional Minus, Sektor Pertanian Tumbuh 2,15 Persen)

Menurut dia, pertanian menjadi tanggung jawab semua pihak mulai dari gubernur, bupati, hingga pemangku kepentingan. Semua pihak wajib memajukan pertanian demi ketahanan pangan.

"Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Kita punya sumber daya alam yang menjanjikan untuk digarap. Langkah selanjutnya intervensi apa yang harus dilakukan agar mampu mewujudkan ketahanan pangan," tuturnya.

(Baca juga:Bibit Jagung Unggulan Bantu Jaga Ketahanan Pangan Nasional)

Syahrul melanjutkan, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki tiga pendekatan yang dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan, yaitu maju, mandiri, dan modern.

(Baca juga:Ketahanan Pangan, Majelis Adat Keraton Siapkan Lahan 142.000 Hektare)

"Maju dan mandiri adalah upaya bersama untuk mewujudkan produktivitas pertanian. Modern adalah langkah yang harus dilakukan karena pertanian harus masuk dengan pendekatan baru," tandasnya. oktiani endarwati
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Tanda Terjadinya Malam...
Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar, Penting Diketahui agar Memaksimalkan Ibadah!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved