Pasar Mobil Mulai Membaik, Optimistis Bangkit Tahun Depan
Selasa, 10 November 2020 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada September naik 30,2% jika dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Penjualan wholesales pada September 2020 sebanyak 48.554 unit, sedangkan pada Agustus 37.277.
Amelia melanjutkan, pada kondisi normal pada 2019 penjualan mobil dalam sebulan bisa mencapai 80.000 unit. Namun selama pandemi Covid-19 penjualan mobil turun menjadi sekitar 17.000 unit. “Ini penurunan luar biasa. Tetapi kondisi seperti ini perlahan-lahan mulai membaik,” ungkapnya. (Baca juga: 7 Cara Sederhana Atasi Masalah Lambung)
Amelia menuturkan, pada Juli mulai terlihat ada pertumbuhan penjualan mobil sampai Oktober sudah mencapai 47.000 unit. Dibandingkan tahun lalu, pasar ritel sales turun sekitar 46%. Sementara penjualan wholesales turun lebih besar sekitar 50%.
“Tapi prediksi sampai akhir tahun akan jadi lebih baik turunnya secara wholesales sekitar 46% dan ritel sales sekitar 47%. Kami berharap tahun depan akan jadi lebih baik lagi karena pandemi akan berkurang, bahkan kita akan masuk ke era new normal,” jelasnya.
Dia meyakini seiring dengan membaiknya keuangan masyarakat dan juga menggeliatnya ekonomi, maka pada gilirannya mereka akan membeli mobil baru. “Merupakan hal yang wajar, saat konsumen sedang mengalami kesulitan keuangan akibat resesi mereka memilih mobil second,” tuturnya.
Sementara menurut survei yang dilakukan Inventure, sebanyak 82,9% responden mengatakan setuju bahwa mobil pribadi adalah kendaraan yang paling aman pada masa pandemi. Tidak mengherankan jika sekitar 53,1% konsumen Indonesia mengatakan, dalam kurun waktu 6 bulan setelah vaksin diproduksi, mereka akan membeli mobil. (Baca juga: Penanganan Covid-19 Membaik, Ekonomi Segera Tumbuh)
“Ini merupakan sinyal positif bagi kalangan industri automotif untuk bangkit pada 2021, setelah tahun ini kinerja perusahaan automotif berdarah-darah,” ujar Managing Partner Inventure Yuswohady.
Dari riset yang dilakukan oleh Inventure, sebanyak 55,6% dari 627 responden mengatakan bahwa dalam kurun waktu 6 bulan setelah vaksin diproduksi, mereka lebih memilih membeli mobil second dengan alasan kondisi ekonomi yang belum pasti akibat Covid-19.
Amelia melanjutkan, pada kondisi normal pada 2019 penjualan mobil dalam sebulan bisa mencapai 80.000 unit. Namun selama pandemi Covid-19 penjualan mobil turun menjadi sekitar 17.000 unit. “Ini penurunan luar biasa. Tetapi kondisi seperti ini perlahan-lahan mulai membaik,” ungkapnya. (Baca juga: 7 Cara Sederhana Atasi Masalah Lambung)
Amelia menuturkan, pada Juli mulai terlihat ada pertumbuhan penjualan mobil sampai Oktober sudah mencapai 47.000 unit. Dibandingkan tahun lalu, pasar ritel sales turun sekitar 46%. Sementara penjualan wholesales turun lebih besar sekitar 50%.
“Tapi prediksi sampai akhir tahun akan jadi lebih baik turunnya secara wholesales sekitar 46% dan ritel sales sekitar 47%. Kami berharap tahun depan akan jadi lebih baik lagi karena pandemi akan berkurang, bahkan kita akan masuk ke era new normal,” jelasnya.
Dia meyakini seiring dengan membaiknya keuangan masyarakat dan juga menggeliatnya ekonomi, maka pada gilirannya mereka akan membeli mobil baru. “Merupakan hal yang wajar, saat konsumen sedang mengalami kesulitan keuangan akibat resesi mereka memilih mobil second,” tuturnya.
Sementara menurut survei yang dilakukan Inventure, sebanyak 82,9% responden mengatakan setuju bahwa mobil pribadi adalah kendaraan yang paling aman pada masa pandemi. Tidak mengherankan jika sekitar 53,1% konsumen Indonesia mengatakan, dalam kurun waktu 6 bulan setelah vaksin diproduksi, mereka akan membeli mobil. (Baca juga: Penanganan Covid-19 Membaik, Ekonomi Segera Tumbuh)
“Ini merupakan sinyal positif bagi kalangan industri automotif untuk bangkit pada 2021, setelah tahun ini kinerja perusahaan automotif berdarah-darah,” ujar Managing Partner Inventure Yuswohady.
Dari riset yang dilakukan oleh Inventure, sebanyak 55,6% dari 627 responden mengatakan bahwa dalam kurun waktu 6 bulan setelah vaksin diproduksi, mereka lebih memilih membeli mobil second dengan alasan kondisi ekonomi yang belum pasti akibat Covid-19.
Lihat Juga :