Wall Street Jatuh Terseret Data Ekonomi dan Laporan Perusahaan

Kamis, 16 April 2020 - 08:41 WIB
loading...
Wall Street Jatuh Terseret...
Wall Street jatuh pada perdagangan Rabu waktu setempat usai terseret data ekonomi yang suram serta diperparah laporan pendapatan perusahaan di kuartal pertama yang menunjukkan keprihatinan. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Wall Street jatuh pada perdagangan Rabu waktu setempat usai terseret data ekonomi yang suram serta diperparah laporan pendapatan perusahaan di kuartal pertama yang menunjukkan keprihatinan. Hal itu akibat dampak dari wabah virus corona atau Covid-19 yang terus menyebar di Amerika Serikat (AS).

Bursa saham AS sempat pulih pada bulan Maret didorong oleh paket stimulus moneter dan fiskal seiring dengan hal itu kasus virus corona memuncak di beberapa tempat. Indeks S&P 500 sejauh ini telah turun sekitar 18% dari catatan tertinggi pada penutupan 19 Februari.

Dow Jones Industrial Average tercatat mengalami penurunan hingga 445,41 poin atau 1,86% menjadi 23.504,35. Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 62,7 poin,l yang setara 2,20% untuk bertengger ke level 2.783,36 saat komposit NASDAQ jatuh sebesar 122,56 poin atau 1,44% di posisi 8.393,18.

Saham Bank of America (BAC. N) dan Citigroup Inc (C. N) ambruk mengikuti JPMorgan Chase & Co (JPM. N) dan Wells Fargo & Co (WFC. N) yang melaporkan kemerosotan dalam kuartal pertama. Lalu keuntungan Goldman Sachs Group Inc (GS. N) secara triwulanan juga hampir berkurang setengah, karena menyisihkan lebih banyak uang untuk menutupi pinjaman perusahaan dan dalam beberapa bulan mendatang kondisi diharapkan membaik.

Bukti lebih lanjut dari kerusakan ekonomi imbas pandemi corona, penjualan ritel AS merosot 8,7% pada bulan Maret. Ditambah produksi manufaktur turun ke level paling dalam lebih dari 74 tahun dan survei menunjukkan aktivitas manufaktur di negara bagian New York jatuh pada bulan April untuk menjadi yang terendah dalam sejarah.

Pendapatan Bank menambah kekhawatiran tentang prospek selama sisa periode pelaporan perusahaan," kata Paul Nolte, Manajer Portofolio di Kingsview Investment Management, yang juga menyampaikan dalam beberapa minggu mendatang akan menjadi lebih penting untuk melihat perusahaan dari perspektif utang. Ia juga memberikan catatan, tidak yakin pemulihan akan menjadi sama kuatnya seperti yang diperkirakan banyak orang.

Dana Moneter Internasional telah memprediksi bahwa tahun ini ekonomi global akan menyaksikan kemerosotan paling tajam sejak 1930-an. Sementara itu volume perdagangan saham AS tercatat mencapai 10,95 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 14.28 miliar selama 20 sesi perdagangan terakhir.
(ant)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah AS Shutdown,...
Pemerintah AS Shutdown, Wall Street Masih Menguat Dibayangi Pengurangan Suku Bunga The Fed
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Tarif Trump Bikin Banyak...
Tarif Trump Bikin Banyak Bursa Saham Ambruk, Warren Buffett: Bukan Apa-apa
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
Gentem Group Buka Cabang...
Gentem Group Buka Cabang Pertama di Jakarta, Fokus pada Lifelong Learning
Wall Street Naik Tipis...
Wall Street Naik Tipis di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, Wall Street English Indonesia Bangun Komunitas Berbahasa Inggris
Rekomendasi
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved