Banyak Korban PHK, Diskon Harbolnas Dicuekin?
Rabu, 11 November 2020 - 10:44 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan penurunan konsumsi saat ini terutama disebabkan oleh kelompok menengah atas untuk menahan konsumsi terutama konsumsi barang sekunder dan tersier.
"Sedangkan harbolnas yang mengandalkan diskon dan lain sebagainya hanya berdampak ke kelompok menengah bawah saja. Tidak akan bisa mendorong kembali konsumsi barang mewahnya kelompok menengah atas," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga: Harbolnas 11.11 Digelar, 5 Toko Online Ini Tebar Promo hingga Diskon Gede-gedean
Menurut dia, daya beli sebagian masyarakat yang turun karena pandemi belum kembali. Bantuan pemerintah juga tidak bisa menutup seluruh penurunan daya beli yang dialami masyarakat karena terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahan.
Baca Juga: Harbolnas, Ini Rekomendasi Gadget yang Ikut Ramaikan Pesta Diskon 11.11
Perlu dicatat bahwa penurunan konsumsi bukan hanya karena turunnya daya beli yang terjadi dikelompok bawah. Akan tetapi justru Lebih disebabkan kelompok menengah atas menahan konsumsi karena khawatir akan pandemi. "Jadi sampai akhir tahun ini konsumsi diyakini masih Akan negatif," tandasnya.
"Sedangkan harbolnas yang mengandalkan diskon dan lain sebagainya hanya berdampak ke kelompok menengah bawah saja. Tidak akan bisa mendorong kembali konsumsi barang mewahnya kelompok menengah atas," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga: Harbolnas 11.11 Digelar, 5 Toko Online Ini Tebar Promo hingga Diskon Gede-gedean
Menurut dia, daya beli sebagian masyarakat yang turun karena pandemi belum kembali. Bantuan pemerintah juga tidak bisa menutup seluruh penurunan daya beli yang dialami masyarakat karena terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahan.
Baca Juga: Harbolnas, Ini Rekomendasi Gadget yang Ikut Ramaikan Pesta Diskon 11.11
Perlu dicatat bahwa penurunan konsumsi bukan hanya karena turunnya daya beli yang terjadi dikelompok bawah. Akan tetapi justru Lebih disebabkan kelompok menengah atas menahan konsumsi karena khawatir akan pandemi. "Jadi sampai akhir tahun ini konsumsi diyakini masih Akan negatif," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :