Ini Perbedaan Gaya Kepemimpinan Antara Biden dan Trump

Rabu, 11 November 2020 - 13:48 WIB
loading...
Ini Perbedaan Gaya Kepemimpinan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Terpilihnya Joe Biden untuk memimpin Amerika Serikat mendapat respons yang positif dari dunia. Pasalnya, Joe Biden memiliki sejumlah perbedaan mendasar dengan pendahulunya, Donald Trump .

Praktisi dan Pengajar Hubungan International Synergy Policies Dinna Prapto Raharja mengatakan, setidaknya ada dua perbedaan mendasar terkait gaya kepemimpinan Biden dengan Trump. ( Baca juga:Dubes Meksiko untuk AS Sebut Biden ‘Prospektif’ Presiden Terpilih )

"Jadi, pendekatan yang akan dilakukan (Biden), baik itu ekonomi maupun politik, cenderung sangat berhati-hati. Kemudian penggantian menteri berkali kali itu kecil kemungkinan terjadi di era Joe Biden. Orang itu sangat hati-hati," ujar Dinna dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (11/11/2020).

Perbedaan kedua, Dinna menyebut bahwa Joe Biden akan selalu masuk lewat lembaga dalam setiap aktivitas pemerintahannya. Langkah itu berbeda dengan gaya kepemimpinan Trump.

"Jadi dia lebih nyaman bergerak dalam institusi atau rule of the games, jadi secara umum kalau ekonomi dia akan menghidupkan kembali negosiasi-negosiasi lewat WTO (World Trade Organitation)," katanya.

Dinna juga menyebut pasar secara global menyambut baik dengan terpilihnya Biden, khususnya para sekutu AS sudah sangat gembira karena ada salah satu janji Biden bahwa hubungan tradisional antara AS dan sekutu akan kembali seperti dulu lagi.

"Artinya ada hubungan yang lebih dekat secara bilateral sebelum masuk ke dalam negosiasi yang sifatnya multilateral atau regional. Inilah keuntungan jadi mitra AS pada saat ini," ucapnya.

Dina juga mengatakan bahwa Indonesia harus bergerak cepat memperbaiki kerja sama di bidang ekonomi dengan Amerika. Soalnya, Joe Biden memiliki sejumlah agenda perekonomian yang berbeda dengan pendahulunya. ( Baca juga:Omnibus Law Disahkan, Tahun Depan Langkah Tepat Buat IPO )

Dampak terpilihnya Joe Biden terhadap perekonomian Indonesia itu bergantung pada kesigapan dan kegesitan Pemerintah Indonesia untuk mendesak AS agar memperhatikan narasi yang selama ini diangkat Indonesia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved