Kebanyakan Karyawan, Garuda dan Angkasa Pura Tak Dilirik Erick

Rabu, 11 November 2020 - 16:02 WIB
loading...
Kebanyakan Karyawan,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjelaskan alasan Erick Thohir tidak menjadikan PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura (Persero) atau AP sebagai induk holding aviasi dan pariwisata. Alasan tersebut mengacu pada persoalan manajemen dan operasional kedua perseroan pelat merah tersebut. ( Baca juga:BUMN Berjalan Mundur, Alasannya Kata Indef: Erick Bolehkan Komisaris Rangkap Jabatan )

Staf khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga menyebut, baik AP dan Garuda sama-sama memiliki manajemen yang bertanggung jawab pada operasional perusahaan. Tugas itu dinilai Erick Thohir cukup berat bila salah satu di antara kedua perseroan dijadikan induk holding aviasi dan pariwisata.

Selain tugas manajemen pada operasional perusahaan, jumlah pegawai dari kedua perusahaan negara itu juga dinilai sangat banyak. Dengan begitu, akan menjadi tidak efektif bila keduanya ditetapkan sebagai induk holding.

"Jadi Garuda atau AP sebagai induk holding sangat berat karena pegawainya saja sangat banyak. Satu sisi dia akan mengurusi holding, di sisi lain dia mengurusi operasional. Nah, ini kita hindari, maka kita cari Penas (PT Survai Udara Penas) dan kita akan melakukan restrukturisasi di Penas sebagai induknya," ujar Arya dalam sesi Webinar, Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Dengan demikian, Arya mengungkapkan alasan pihaknya menetapkan Penas sebagai induk holding. Hal itu dikarenakan perseroan memiliki tingkat fleksibilitas restrukturisasi organisasi yang tinggi. Dengan total karyawan sebanyak 5 orang dan 1 anak usaha, maka transformasi Penas sebagai induk holding akan lebih mudah dan ringkas.

"Banyak yang bertanya, kenapa Penas dijadikan induk holding. Kami mencari perusahaan yang cukup ringan yang tidak banyak pegawai dan tidak banyak juga manajemennya hingga nanti kami bisa membentuk induk holding yang memang bertugas hanya untuk manajemennya. Jadi Penas yang kami ambil," kata dia. ( Baca juga:Prihatin Kondisi Bangsa, Seniman Ini Jalan Kaki Surabaya - Jakarta )

Selain itu, penetapan Penas sebagai induk holding didasari atas kepemilikan saham. Status kepemilikan Penas oleh pemerintah sebesar 100%. Karena itu, Penas membawahi tujuh emiten yang menjadi sub holding. Ketujuhnya adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, Taman Wisata Candi (TWC), Inna Hotels & Resorts, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), serta PT Sarinah (Persero).
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, GDPS Berangkatkan Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menlu Sugiono Terpilih...
Menlu Sugiono Terpilih sebagai Ketum PB IPSI, Menpora Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved