Tekan Pengangguran, Kementerian PUPR Latih dan Berdayakan Putra Daerah
Rabu, 11 November 2020 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
PKLK merupakan sebuah terobosan baru Kementerian PUPR berupa program kegiatan yang membina dan melatih para calon-calon tenaga kerja potensial, khususnya penduduk setempat, untuk dididik dan dilatih agar dapat menguasai keterampilan kerja sesuai dengan jabatan kerja yang dibutuhkan oleh pasar konstruksi. PKLK juga diharapkan membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran dengan menyalurkan peserta pelatihan ke dunia kerja konstruksi.
Pembukaan kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi Chomistriana, Sekretaris Daerah, Rede Roni Bare beserta pejabat-pejabat di lingkungan Pemda Kabupaten Toraja Utara, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III dan VI, Kepala BP2JK Wilayah Sulawesi Selatan, PPK proyek kegiatan Pembangunan Jalan Poros Bua-Rantepao serta mitra kerja PT Sabar Jaya Pratama yang nantinya akan menampung para tenaga kerja yang telah dilatih ini untuk bekerja di proyek kegiatannya.
Dalam kesempatan itu juga ditandatangani naskah Kerja Sama Operasional (KSO) antara BJKW III Jakarta, Pemda Kabupaten Toraja Utara dan PT Sabar Jaya Pratama sebagai komitmen untuk dapat mempekerjakan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi.
Selain proyek kegiatan Pembangunan Jalan Poros Bua-Rantepao di Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat pula beberapa proyek potensial yang diperkirakan membutuhkan pekerja konstruksi yang dapat disediakan melalui Program PKLK. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dilaksanakan dua kegiatan PKLK yaitu Proyek Bendungan Meningting dan Kawasan Rehab Rekon Pascabencana Gempa. Selanjutnya akan menyusul kegiatan PKLK di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Mandalika (Sirkuit Moto GP).
Pada proyek Bendungan Meninting, saat ini pekerjaan yang sedang dilakukan adalah tahap persiapan dengan fokus pembebasan lahan pada 2018 dan 2019. Sedangkan pada 2020 fokus pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan akses jalan masuk, bendungan utama, dan pekerjaan pendukung lainnya yang banyak membutuhkan tenaga operator alat berat.
Sedangkan pada proyek KEK Pariwisata Mandalika (Sirkuit Moto GP), saat ini progres pembangunan sirkuit pada tahap pengerukan dan penimbunan sehingga dibutuhkan operator alat berat. Untuk Kawasan Rehab Rekon Pascabencana Gempa terdapat 17 ribu rumah warga yang perlu dibangun dan membutuhkan tenaga kerja untuk tukang baja ringan dan tukang batu bata.
Pembukaan kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi Chomistriana, Sekretaris Daerah, Rede Roni Bare beserta pejabat-pejabat di lingkungan Pemda Kabupaten Toraja Utara, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III dan VI, Kepala BP2JK Wilayah Sulawesi Selatan, PPK proyek kegiatan Pembangunan Jalan Poros Bua-Rantepao serta mitra kerja PT Sabar Jaya Pratama yang nantinya akan menampung para tenaga kerja yang telah dilatih ini untuk bekerja di proyek kegiatannya.
Dalam kesempatan itu juga ditandatangani naskah Kerja Sama Operasional (KSO) antara BJKW III Jakarta, Pemda Kabupaten Toraja Utara dan PT Sabar Jaya Pratama sebagai komitmen untuk dapat mempekerjakan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi.
Selain proyek kegiatan Pembangunan Jalan Poros Bua-Rantepao di Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat pula beberapa proyek potensial yang diperkirakan membutuhkan pekerja konstruksi yang dapat disediakan melalui Program PKLK. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dilaksanakan dua kegiatan PKLK yaitu Proyek Bendungan Meningting dan Kawasan Rehab Rekon Pascabencana Gempa. Selanjutnya akan menyusul kegiatan PKLK di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Mandalika (Sirkuit Moto GP).
Pada proyek Bendungan Meninting, saat ini pekerjaan yang sedang dilakukan adalah tahap persiapan dengan fokus pembebasan lahan pada 2018 dan 2019. Sedangkan pada 2020 fokus pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan akses jalan masuk, bendungan utama, dan pekerjaan pendukung lainnya yang banyak membutuhkan tenaga operator alat berat.
Sedangkan pada proyek KEK Pariwisata Mandalika (Sirkuit Moto GP), saat ini progres pembangunan sirkuit pada tahap pengerukan dan penimbunan sehingga dibutuhkan operator alat berat. Untuk Kawasan Rehab Rekon Pascabencana Gempa terdapat 17 ribu rumah warga yang perlu dibangun dan membutuhkan tenaga kerja untuk tukang baja ringan dan tukang batu bata.
Lihat Juga :