Duh, KPPU Endus Praktik Monopoli pada Bisnis Ekspor Benih Lobster
Kamis, 12 November 2020 - 17:49 WIB
loading...
KPPU melacak adanya praktik persaingan usaha tidak sehat dalam bisnis ekspor benih lobster. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah melacak adanya praktik persaingan usaha tidak sehat dalam bisnis ekspor benih lobster. Juru bicara sekaligus komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, ada praktek monopoli pada jasa pengiriman logistik ekspor benih lobster .
"Bukan benihnya, namun persoalan logistiknya. Kita ketahui untuk benih lobster ini KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) membuka ruang ekspor. Namun, dalam perkembangannya KPPU melihat ada potensi indikasi persaingan usaha tidak sehat, di mana ada kegiatan yang membuat jasa pengiriman terkonsentrasi kepada pihak tertentu saja," kata Guntur dalam video virtual, Kamis (12/11/2020).
(Baca juga: Ekspor Ditangguhkan China, KKP Gerak Cepat Investigasi )
Sambung dia, letak pengirimannya pun hanya ada di satu tempat, yaitu disinyalir hanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.
"Posisi monopoli tadi terendus pada pola kegiatan usaha yang tidak efisien. Pintu masuk melakukan ekspor hanya di satu titik yaitu di Bandara Soekarno-Hatta. Para eksportir hanya bisa ke situ," bebernya.
"Bukan benihnya, namun persoalan logistiknya. Kita ketahui untuk benih lobster ini KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) membuka ruang ekspor. Namun, dalam perkembangannya KPPU melihat ada potensi indikasi persaingan usaha tidak sehat, di mana ada kegiatan yang membuat jasa pengiriman terkonsentrasi kepada pihak tertentu saja," kata Guntur dalam video virtual, Kamis (12/11/2020).
(Baca juga: Ekspor Ditangguhkan China, KKP Gerak Cepat Investigasi )
Sambung dia, letak pengirimannya pun hanya ada di satu tempat, yaitu disinyalir hanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.
"Posisi monopoli tadi terendus pada pola kegiatan usaha yang tidak efisien. Pintu masuk melakukan ekspor hanya di satu titik yaitu di Bandara Soekarno-Hatta. Para eksportir hanya bisa ke situ," bebernya.
Lihat Juga :