Potensi Tinggi, Properti Bidik Masyarakat Penghasilan di Bawah Rp4 Juta
Jum'at, 13 November 2020 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
"Pada kuartal III/2020, pembiayaan pembangunan properti yang bersumber dari dana internal pengembang mencapai 66,87% dari total kebutuhan modal," beber dia.
Dari sisi konsumen, fasilitas KPR menjadi sumber pembiayaan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 76,02% dari total pembiayaan.
Pada kuartal IIl/2020, pengembang properti masih mengandalkan modal dari dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan proyek perumahan dengan persentase sebesar 66,87% terhadap modal perusahaan. Sementara itu pembelian properti residensial oleh konsumen mayoritas masih dibiayai dari fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Hal itu tecermin dari hasil survei harga properti BI yang mengindikasikan mayoritas konsumen (76,02%) membeli properti residensial dengan menggunakan fasilitas KPR, sementara sebanyak 17,67% lainnya dengan tunai bertahap dan 6,31% dengan tunai," papar Onny. (Lihat videonya: Angin Puting Beliung Rusak Sejumlah Rumah)
Kemudian sumber pembiayaan properti berikutnya yang digunakan oleh pengembang antara lain pinjaman perbankan dan pembayaran dari konsumen dengan proporsi masing-masing 22,17% dan 8,56%
"Lalu total modal berdasarkan komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari modal disetor (50,07%) dan laba ditahan (45,4%)," kata Onny.
Adapun pada kuartal III/2020, pertumbuhan KPR dan KPA secara tahunan tercatat kembali melambat dari 3,50% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 2,05% (yoy). Sementara itu secara kuartal, penyaluran KPR dan KPA tumbuh 0,62% (qtq), membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat mengalam kontraksi -0,11% (qtq). (Kunthi Fahmar Shandy)
Dari sisi konsumen, fasilitas KPR menjadi sumber pembiayaan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 76,02% dari total pembiayaan.
Pada kuartal IIl/2020, pengembang properti masih mengandalkan modal dari dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan proyek perumahan dengan persentase sebesar 66,87% terhadap modal perusahaan. Sementara itu pembelian properti residensial oleh konsumen mayoritas masih dibiayai dari fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Hal itu tecermin dari hasil survei harga properti BI yang mengindikasikan mayoritas konsumen (76,02%) membeli properti residensial dengan menggunakan fasilitas KPR, sementara sebanyak 17,67% lainnya dengan tunai bertahap dan 6,31% dengan tunai," papar Onny. (Lihat videonya: Angin Puting Beliung Rusak Sejumlah Rumah)
Kemudian sumber pembiayaan properti berikutnya yang digunakan oleh pengembang antara lain pinjaman perbankan dan pembayaran dari konsumen dengan proporsi masing-masing 22,17% dan 8,56%
"Lalu total modal berdasarkan komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari modal disetor (50,07%) dan laba ditahan (45,4%)," kata Onny.
Adapun pada kuartal III/2020, pertumbuhan KPR dan KPA secara tahunan tercatat kembali melambat dari 3,50% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 2,05% (yoy). Sementara itu secara kuartal, penyaluran KPR dan KPA tumbuh 0,62% (qtq), membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat mengalam kontraksi -0,11% (qtq). (Kunthi Fahmar Shandy)
(ysw)
Lihat Juga :