Duit Nasabah Rp22 Miliar Raib Digondol 'Kucing', Pegawai Maybank Perlu Diinvestigasi
Jum'at, 13 November 2020 - 11:20 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar menilai perlu adanya audit investigasi internal di tubuh Maybank terkait raibnya uang nasabah sebesar RP22 miliar Atlet eSport Winda Lunardi. Menurut dia kasus pembobolan tabungan nasabah tidak bisa dianggap remeh walaupun jika dihitung total transaksi relatif kecil.
"Perlu audit investigasi internal pegawai agar ke depan lebih hati-hati. Ini memang relatif kecil kalau dihitung berdasarkan total transaksi perbankan. Tapi namanya manusia ada saja penyimpangan," ujar dia saat video virtual, di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
Baca Juga: Kasus Pembobolan Nasabah Maybank, Bos OJK: Ada Sesuatu
Menurut dia berkaca dari kasus tersebut pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap perbankan maupun intenal perbankan dinilai masih lemah sehingga perlu ditingkatkan sehingga kasus pembobolan rekening tabungan nasabah bisa diminimalisir. Pasalnya berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.
![Duit Nasabah Rp22 Miliar Raib Digondol 'Kucing', Pegawai Maybank Perlu Diinvestigasi]()
Baca Juga: Tabungannya Raib Rp22 Miliar di Maybank, Hotman Paris Ajak Winda Ngopi Bareng
"Memang kalau kita lihat masih ada fraud di perbankan kita sehingga kedepannya semakin ditingkatkan baik secara internal maupun eksternal. Itu yang paling penting dilakukan," ujar Hermanto. Dia menandaskan secara secara umu pemgawasan perbankan masih lemah sehingga perlu adanya internal audit investigasi di tubuh Maybank untuk menjaga kemananan nasabah dengan cara meningkatkan teknologi perbankan.
Saksikan Video:
"Perlu audit investigasi internal pegawai agar ke depan lebih hati-hati. Ini memang relatif kecil kalau dihitung berdasarkan total transaksi perbankan. Tapi namanya manusia ada saja penyimpangan," ujar dia saat video virtual, di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
Baca Juga: Kasus Pembobolan Nasabah Maybank, Bos OJK: Ada Sesuatu
Menurut dia berkaca dari kasus tersebut pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap perbankan maupun intenal perbankan dinilai masih lemah sehingga perlu ditingkatkan sehingga kasus pembobolan rekening tabungan nasabah bisa diminimalisir. Pasalnya berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.

Baca Juga: Tabungannya Raib Rp22 Miliar di Maybank, Hotman Paris Ajak Winda Ngopi Bareng
"Memang kalau kita lihat masih ada fraud di perbankan kita sehingga kedepannya semakin ditingkatkan baik secara internal maupun eksternal. Itu yang paling penting dilakukan," ujar Hermanto. Dia menandaskan secara secara umu pemgawasan perbankan masih lemah sehingga perlu adanya internal audit investigasi di tubuh Maybank untuk menjaga kemananan nasabah dengan cara meningkatkan teknologi perbankan.
Saksikan Video:
(nng)
Lihat Juga :