Serap Bansos Tunai Terbesar, Mensos Kawal Distribusi di Simalungun

loading...
Serap Bansos Tunai Terbesar, Mensos Kawal Distribusi di Simalungun
Menteri Sosial Juliari Batubara memastikan penyaluran bansos tunai di Simalungun berjalan lancar.
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah terus menjalankan program stimulus berupa bantuan sosial tunai (BST) kepada masyarakat guna mengatasi dampak sosial sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi akibat virus corona. Pemberian bansos tunai merupakan strategi pemerintah untuk mendongkrak daya beli sehingga dapat segera keluar dari resesi ekonomi.

"Kami memastikan bahwa negara hadir di tengah pandemi. BST melalui Kemensos merupakan salah satu cara pemerintah dan negara hadir melindungi serta memberi rasa aman," ujar Menteri Sosial Juliari Batubara melalui keterangan resminya yang diterima SINDOnews di sela acara penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kelurahan Bandar, Simalungun, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Baca Juga: Bos PT Pos Ungkap Tantangan Menyalurkan Bansos Tunai di Daerah Terpencil

Berdasarkan laporan Kemensos, Simalungun merupakan kabupaten dengan serapan dana BST tercepat dan terbesar di Sumut. Kelancaran penyerapan ini berkat dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah (Pemda). Juliari akan terus mengawal penyaluran BST di tengah pandemi Covid-19. Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), imbuhnya, pemerintah masih akan terus menggulirkan bansos tunai. "Kemensos akan segera melakukan refocussing program dan realokasi anggaran yang selanjutnya untuk menyalurkan berbagai bansos untuk masyarakat terdampak pandemi, " katanya.



Dalam kesempatan yang sama, Kepala Regional 1 Pos Indonesia, Kiagus Muhammad Amran menyatakan telah menyalurkan BST tahap 8 yang disalurkan lebih dulu di wilayah cluster 3 atau daerah terluar. "BST tahap 8 dan 9, terlebih dahulu kita salurkan ke wilayah terluar di Sumut dan Aceh seperti Nias, dan Kepulauan yang ada di Samudera Hindia," kata Amran.

Baca Juga: Kejar Target, Bos PT Pos Percepat Penyaluran Bansos Tunai

Penyaluran BST tahap 8 direalisasikan awal November berlanjut hingga Desember 2020 untuk BST tahap 9 dengan nilai Rp300.000 per bulan mulai Juli hingga Desember 2020. Terkait hasil evaluasi distribusi tahap sebelumnya, Amran optimistis Pos Indonesia wilayah Sumut dan Aceh dalam penyaluran BST berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. "Kami mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperbanyak titik layanan, memperpanjang jam layanan, serta memperluas kerja sama komunitas di daerah dan juga melibatkan aparat desa," jelasnya.



Sebagai informasi, Pos Indonesia saat ini mengambil peran penting dalam realisasi program jaring pengaman sosial pemerintah. Kecepatan dan ketepatan dalam penyaluran bantuan akan sangat bermanfaat bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak pandemi Covid-19 dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top