Cukai Rokok Naik, Ribuan Petani Tembakau Siap Datang ke Jakarta Temui Jokowi
Jum'at, 13 November 2020 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
“Jika pemerintah memaksakan kenaikan cukai lebih dari 5 persen pada 2021 nanti, akan berdampak luar biasa bagi keberlangsungan ekonomi petani tembakau. Hal itu dikarenakan pihak industri akan menekan penjualan rokok dan pembelian tembakau karena daya jual semakin menurun,” papar Ketua DPN APTI Agus Pamuji.
Rencana aksi unjuk rasa petani tembakau di Jakarta bila pemerintah tetap menaikkan tembakau, juga disampaikan Ketua APTI Jawan TengahNurtantio Wisnu Broto.
"Desakan untuk melaksanakan aksi (demo petani tembakau ke istana presiden) ini sebenarnya pilihan berat bagi kami, karena kami pada saat Pilpres kemarin adalah pendukung setia bapak Presiden Joko Widodo, dengan membuktikan hampir di seluruh wilayah sentra tembakau kita memperoleh kemenangan di atas 70 persen,” tegas Ketua APTI Jawa Tengah Nurtantio Wisnu Broto.
Lebih lanjut Nurtantio Wisnu Broto menegaskan, jika pemerintah tetap ngotot tidak memperhatikan aspirasi rakyat maka akan sangat disayangkan, demi mendapatkan pemasukan negara tapi tidak melihat aspek lain di mana ada dampak buruk bagi perekonomian kelas menegah ke bawah.
Nurtatio Wisnu Broto berharap pemerintah tidak menaikkan cukai secara diam-diam dan mengabaikan petani tembakau. Penderitaan kaum tani sudah terlihat jelas di tahun 2020 ini, kenaikan cukai tahun lalu 20% berimbas sekarang.
Kenaikan cukai lebih dari 2 digit dan HJE 23% menyebabkan penurunan penjualan rokok sebesar 15-20 persen, termasuk menurunnya serapan bahan baku dan hantaman pandemi COVID-19.
"Pemerintah harus berkaca pada kejadian kali ini. Kami akan bertolak ke Jakarta untuk menemui presiden agar bisa diajak musyawarah. Kami hargai pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagaimanapun petani tembakau memiliki hak untuk bersuara dan berpendapat," papar Nurtatio Wisnu Broto.
Dari Jawa Tengah, lanjut Wisnu Broto, direncanakan perwakilan petani dari Temanggung, Magelang, Demak, Rembang, Boyolali, Purwodadi, dan sentra-sentra tembakau lainnya siap bertolak ke Jakarta. Dari luar Jateng akan hadir perwakilan petani dari Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, dan Lampung.
Rencana aksi unjuk rasa petani tembakau di Jakarta bila pemerintah tetap menaikkan tembakau, juga disampaikan Ketua APTI Jawan TengahNurtantio Wisnu Broto.
"Desakan untuk melaksanakan aksi (demo petani tembakau ke istana presiden) ini sebenarnya pilihan berat bagi kami, karena kami pada saat Pilpres kemarin adalah pendukung setia bapak Presiden Joko Widodo, dengan membuktikan hampir di seluruh wilayah sentra tembakau kita memperoleh kemenangan di atas 70 persen,” tegas Ketua APTI Jawa Tengah Nurtantio Wisnu Broto.
Lebih lanjut Nurtantio Wisnu Broto menegaskan, jika pemerintah tetap ngotot tidak memperhatikan aspirasi rakyat maka akan sangat disayangkan, demi mendapatkan pemasukan negara tapi tidak melihat aspek lain di mana ada dampak buruk bagi perekonomian kelas menegah ke bawah.
Nurtatio Wisnu Broto berharap pemerintah tidak menaikkan cukai secara diam-diam dan mengabaikan petani tembakau. Penderitaan kaum tani sudah terlihat jelas di tahun 2020 ini, kenaikan cukai tahun lalu 20% berimbas sekarang.
Kenaikan cukai lebih dari 2 digit dan HJE 23% menyebabkan penurunan penjualan rokok sebesar 15-20 persen, termasuk menurunnya serapan bahan baku dan hantaman pandemi COVID-19.
"Pemerintah harus berkaca pada kejadian kali ini. Kami akan bertolak ke Jakarta untuk menemui presiden agar bisa diajak musyawarah. Kami hargai pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagaimanapun petani tembakau memiliki hak untuk bersuara dan berpendapat," papar Nurtatio Wisnu Broto.
Dari Jawa Tengah, lanjut Wisnu Broto, direncanakan perwakilan petani dari Temanggung, Magelang, Demak, Rembang, Boyolali, Purwodadi, dan sentra-sentra tembakau lainnya siap bertolak ke Jakarta. Dari luar Jateng akan hadir perwakilan petani dari Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, dan Lampung.
(akr)
Lihat Juga :