Percepatan Teknologi Dorong Transformasi Media Sosial
Sabtu, 14 November 2020 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
Keuntungan dari integrasi seperti yang dilakukan Facebook, Instagram, dan WhatsApp adalah makin banyaknya data dimiliki perusahaan. Semakin kenal dengan pengguna, maka semakin tepat untuk menentukan kebutuhan pengguna.
Semua itu karena faktor bisnis yang dilakukan Facebook. Padahal, Facebook memiliki produk serupa.
”Facebook punya Messager seperti Whatsapp, itu menandakan tidak mudah mengubah market, meminta banyak orang untuk ganti apa yang sudah mereka gunakan," ujarnya.
Di Amerika Serikat, Facebook Messager banyak dipakai, namun tidak dengan warga Asia yang lebih banyak menggunakan WhatsApp. Sehingga dengan membeli WhatsApp, Facebook akan mendapatkan data lengkap banyak orang, sehingga apa yang ditawarkan kepada warga Asia lebih mudah.
Enda menambahkan, kesuksesan media sosial tidak hanya disebabkan modal yang besar, juga teknologi canggih. Perusahaan reksasa teknologi Google juga pernah gagal saat membuat media sosial.
Google+ diluncurkan pada 2011 dengan mengandalkan pengguna Gmail, namun nyatanya harus tutup pada 2019. Persaingan ini memang berat dan ketat, karena sangat sulit para penghuni media sosial besar itu untuk pindah ke ‘lain hati’.
Semua itu karena faktor bisnis yang dilakukan Facebook. Padahal, Facebook memiliki produk serupa.
”Facebook punya Messager seperti Whatsapp, itu menandakan tidak mudah mengubah market, meminta banyak orang untuk ganti apa yang sudah mereka gunakan," ujarnya.
Di Amerika Serikat, Facebook Messager banyak dipakai, namun tidak dengan warga Asia yang lebih banyak menggunakan WhatsApp. Sehingga dengan membeli WhatsApp, Facebook akan mendapatkan data lengkap banyak orang, sehingga apa yang ditawarkan kepada warga Asia lebih mudah.
Enda menambahkan, kesuksesan media sosial tidak hanya disebabkan modal yang besar, juga teknologi canggih. Perusahaan reksasa teknologi Google juga pernah gagal saat membuat media sosial.
Google+ diluncurkan pada 2011 dengan mengandalkan pengguna Gmail, namun nyatanya harus tutup pada 2019. Persaingan ini memang berat dan ketat, karena sangat sulit para penghuni media sosial besar itu untuk pindah ke ‘lain hati’.
(wan)
Lihat Juga :