Kemenperin Latih Peserta Colombo Plan Terapkan Teknologi Digital di Sektor IKM
Sabtu, 14 November 2020 - 13:58 WIB
loading...
Literasi digital merupakan hal yang sangat penting bagi setiap industri untuk dapat bertahan dan bersaing di masa pandemi, termasuk sektor IKM. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Sekretariat Negara, kembali menjalin kerja sama dengan Colombo Plan selaku organisasi regional yang berperan untuk memperkuat ekonomi dan sosial negara-negara anggotanya di wilayah Asia-Pasifik. Kolaborasi lanjutan ini adalah pelaksanaan program pelatihan dalam kerangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KTSST) di sektor industri kecil menengah (IKM) .
"Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan kegiatan di tahun ini dilakukan secara virtual karena dampak pandemi Covid-19," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (14/11/2020).
(Baca Juga: Kemenperin Dorong Industri Kulit dan Alas Kaki Ambil Peluang Bisnis Lewat Digitalisasi)
Kerja sama tahun ini bertajuk Knowledge Sharing Program on Enhancing the Development of Small and Medium Industry yang dilaksanakan pada 9-12 November 2020. Jumlah peserta pelatihan mencapai 42 orang dari delapan negara Asia Tenggara, meliputi Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.
"Mengingat besarnya dampak pandemi terhadap sektor IKM, topik yang diangkat adalah The Impact of Industry 4.0 in Enhancing the Development of Small and Medium Enterprises, especially during the Covid-19 pandemic," ungkap Gati yang saat itu turut membuka secara resmi pelatihan tersebut.
"Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan kegiatan di tahun ini dilakukan secara virtual karena dampak pandemi Covid-19," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (14/11/2020).
(Baca Juga: Kemenperin Dorong Industri Kulit dan Alas Kaki Ambil Peluang Bisnis Lewat Digitalisasi)
Kerja sama tahun ini bertajuk Knowledge Sharing Program on Enhancing the Development of Small and Medium Industry yang dilaksanakan pada 9-12 November 2020. Jumlah peserta pelatihan mencapai 42 orang dari delapan negara Asia Tenggara, meliputi Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.
"Mengingat besarnya dampak pandemi terhadap sektor IKM, topik yang diangkat adalah The Impact of Industry 4.0 in Enhancing the Development of Small and Medium Enterprises, especially during the Covid-19 pandemic," ungkap Gati yang saat itu turut membuka secara resmi pelatihan tersebut.
Lihat Juga :