Skema Bank Jangkar Lewat Pendekatan Sekuritisasi Aset

Minggu, 10 Mei 2020 - 23:07 WIB
loading...
Skema Bank Jangkar Lewat...
Skema bank jangkar (anchor) untuk menyelamatkan bank yang bermasalah akibat restrukturisasi kredit bisa dilakukan dengan pendekatan sekuritisasi aset. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Skema bank jangkar (anchor) untuk menyelamatkan bank yang bermasalah akibat restrukturisasi kredit bisa dilakukan dengan pendekatan sekuritisasi aset. Chief Economist TanamDuit, Ferry Latuhihin mengatakan bank yang bermasalah akibat restrukturisasi harus membentuk sekuritisasi asetnya. Kemudian bank jangkar yang akan membeli.

Sumber dana bank jangkar untuk membelinya, terang dia harus dari uang BI (Bank Indonesia). Bank jangkar juga harus melakukan sekuritisasi asetnya kemudian pemerintah yang membeli.

"Dari mana duit pemerintah membeli aset tersebut, tetap harus dari BI. Pemerintah akan menerbitkan SUN atau SBN, lalu ini akan dibeli oleh BI. Ini skema quantitative easing atau QE dengan menggunakan bank jangkar sebagai agennya. Kalau skemanya seperti ini, pasti perbankan kita aman," ujar Ferry di Jakarta.

Lebih lanju menjelaskan bank jangkar harus mendapatkan dukungan likuiditas dari pemerintah. Tidak hanya itu bank jangkar juga harus dilindungi dengan regulasi setingkat Perpres. "Kemudian untuk menyelesaikan kredit bermasalah bisa dilakukan menggunakan relasi antara bank jangkar dengan bank bermasalah. Ini tentu harus lewat sekuritisasi," jelasnya.

Dia mengaku dengan adanya skema deposito BI dan pemerintah, rasanya hal tersebut sudah cukup menjadi solusi bila terjadi kekeringan likuiditas perbankan. "Dengan demikian seharusnya sektor perbankan kita dalam kondisi aman. Ini sekaligus bisa menjadi sentimen positif bagi saham sektor perbankan dan dirinya optimistis sektor tersebut bisa terangkat kembali," ujarnya.

Sementara itu Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan prinsipnya apabila pemerintah atau regulator (OJK) memang menugaskan bank BUMN, termasuk BNI, tentu pihaknya siap. Karena disamping itu merupakan amanah dan kepercayaan yang tinggi kepada BNI, namun juga memberikan pengalaman berharga dengan menjadi anchor bank. Dalam kasus ini perseroan terlibat pada konteks strategi untuk mengembangkan bisnis di tengah kondisi yang tidak kondusif.

"Terkait dengan risiko, kami akan upayakan adanya mitigasi optimal. Sehingga benar-benar risk free. Kita semua berpikir jangan hanya soal framing risiko saja, tapi harusnya juga dari perspektif business opportunities. Sekaligus ini sebagai upaya pemerintah dan regulator untuk menyehatkan dan menstabilkan sistem keuangan nasional," ujar Anggoro hari ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
33 Bank Siap Gelontorkan...
33 Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp178 Triliun ke Danantara, Buat Apa?
SMBC Indonesia Fokus...
SMBC Indonesia Fokus Optimalkan Ketahanan Bisnis
Rayakan Usia 6 Dekade,...
Rayakan Usia 6 Dekade, Bank Papua Gelar Turnamen Tenis Bank Papua Open 2026
Viral, Pria India Bawa...
Viral, Pria India Bawa Mayat Saudaranya ke Bank untuk Tarik Uang Korban
Bank BRI Buka Lowongan...
Bank BRI Buka Lowongan Kerja BBAP 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
Rekomendasi
Bintang Senegal Boikot...
Bintang Senegal Boikot Timnas Usai Tersingkir Dramatis di Piala Dunia 2026
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved