Hingga Oktober, Dana Kelolaan BNI Asset Management Capai Rp24,64 Triliun
Selasa, 17 November 2020 - 21:26 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, Covid-19 menciptakan kondisi yang luar biasa dan berpengaruh signifikan terhadap aktivitas perekonomian serta mendorong untuk adaptasi kebiasaan baru, sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19. Di sisi pertumbuhan ekonomi berdasarkan prediksi IMF pada akhir tahun 2020 ekonomi global akan mengalami kontraksi sebesar minus 4,36%, dan Indonesia diprediksi berada pada level minus 1,5%.
“Meskipun Indonesia mengalami negatif growth namun angka tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat yang berkontraksi masing-masing sebesar 5,27% dan juga minus 4, 27%,” ujarnya.
Tentunya hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah bersama instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah strategis yang tepat dan cepat dalam menanggulangi dampak Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani pada rapat paripurna rancangan undang-undang APBN 2021 pada tanggal 1 September 2020 kemarin, memprediksikan pada tahun 2021 ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh berkisar di rentang 4,5% hingga 5,5%.
“Tentunya hal ini akan menumbuhkan optimisme pasar untuk dapat bangkit kembali secara cepat dengan beberapa faktor yang menjadi fokus, seperti produksi dan distribusi vaksin, kondisi geopolitik global reformasi terkait investasi dan kebijakan fiskal,” tandasnya.
“Meskipun Indonesia mengalami negatif growth namun angka tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat yang berkontraksi masing-masing sebesar 5,27% dan juga minus 4, 27%,” ujarnya.
Tentunya hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah bersama instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah strategis yang tepat dan cepat dalam menanggulangi dampak Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani pada rapat paripurna rancangan undang-undang APBN 2021 pada tanggal 1 September 2020 kemarin, memprediksikan pada tahun 2021 ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh berkisar di rentang 4,5% hingga 5,5%.
“Tentunya hal ini akan menumbuhkan optimisme pasar untuk dapat bangkit kembali secara cepat dengan beberapa faktor yang menjadi fokus, seperti produksi dan distribusi vaksin, kondisi geopolitik global reformasi terkait investasi dan kebijakan fiskal,” tandasnya.
Lihat Juga :