BI Diramal Bakal Menurunkan Suku Bunga Acuannya

Rabu, 18 November 2020 - 17:52 WIB
loading...
BI Diramal Bakal Menurunkan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemulihan ekonomi global mendorong peningkatan beberapa indikator dini bulan September 2020, seperti mobilitas masyarakat global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur dan Jasa di beberapa negara, serta keyakinan konsumen di AS dan kawasan Eropa.

Berlanjutnya perbaikan ekonomi global didorong oleh berkurangnya penyebaran Covid19, meningkatnya mobilitas masyarakat, dan berlanjutnya stimulus kebijakan.

( Baca juga:Cerita Dilema Sri Mulyani Hadapi Krisis Ekonomi RI di Tengah Pandemi )

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, kondisi global yang kondusif akan memberikan ruang bagi Bank Indonesia(BI) untuk melonggarkan kebijakan moneter.

"Namun BI juga lihat kondisi lain, khususnya inflasi. Untuk inflasi tahun ini kemungkinan bisa di angka 1%-2%. Sedangkan tahun depan inflasi diperkirakan tinggi tapi masih dalam kisaran 3,5% karena kemungkinan mulai meningkatnya demand dan ekonomi yang pulih," beber dia di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, penguatan rupiah juga membuat confiden Bank Indonesia. Tahun depan, menurut Piter akan ada penurunan suku bunga BI 7 day repo rate sampai 50 bps pada semester I.

( Baca juga:Sejarah Asal Mula UFC yang Mendunia hingga Kemunculan Khabib )

Namun di semester II 2020 bank sentral akan kembali menahan suku bunga tetap rendah di angka 3,5% "Aliran modal yang masuk diperkuat neraca dagang yang surplus. Sehingga ini akan semakin memperkuat neraca pembayaran kita dan dapat mendorong penguatan rupiah. Tahun depan rupiah ada kemungkinan berpotensi menguat," jelas dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Rekomendasi
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved