Didorong Gunakan Energi Bersih, Organda: Infrastrukturnya Lambat

Kamis, 19 November 2020 - 13:01 WIB
loading...
Didorong Gunakan Energi...
Infrastruktur maupun sosialisasi pemanfaatan energi terbarukan untuk kepentingan sektor transportasi umum darat dinilai masih kurang. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat ( Organda ) menegaskan dukungannya atas kebijakan pemerintah mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) yang lebih bersih dan ramah lingkungan ketimbang energi fosil.

Namun, Organda menilai kebijakan penggunaan EBT untuk sektor transportasi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur di lapangan. Hal itu didasarkan pengalaman Organda dalam menggunakan gas alam sebagai bahan bakar angkutan.
"Kami mendukung program energi baru terbarukan pemerintah. Dulu awalnya digunakan (bahan bakar) alternatif selain fosil, yaitu gas," ujar Sekretaris Jenderal Organda Ateng Aryono dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

(Baca Juga: Premium Dihapus, Organda Minta Pertalite Harga Khusus)

Namun ternyata, kata dia, bahan bakar gas (BBG) ini tidak terlalu didorong dengan infrastruktur yang dibutuhkan di lapangan. Hal ini pun menurutnya juga terjadi pada penggunaan energi listrik untuk angkutan umum.

"Kami menyambut baik penggunaan energi listrik untuk digunakan di angkutan umum, tapi rasanya terjadi hal yang sama, yakni kelambatan mendorong ini semua," ungkapnya.

Dia mengatakan, kalau energi ini memang lebih layak, tentunya pemerintah bisa lebih mendorong dan menyosialisasikan penggunaannya untuk angkutan umum serta tersebar cukup banyak. "Jadi harusnya infrastruktur dan sosialisasinya sudah dipersiapkan, sehingga saat premium dihapuskan, masyarakat dan industri tentunya tidak kaget," kata Ateng.

Ateng menambahkankan, ketika berbicara mengenai angkutan umum, pihaknya berharap kebijakan bukan condong ke pengusaha angkutan umum, tapi lebih kepada masyarakat sebagai pengguna.

(Baca Juga: Pengembangan Energi Terbarukan Perlu Aturan Kuat)

"Karena masyarakatlah yang akan menikmati pengusahaan angkutan umum yang sustained, dari segi tarif, kendaraan, dan juga jasa yang memadai. Untuk menciptakan hal itu, tentunya (kebijakan) tidak bisa sepotong-sepotong," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Resmikan SPKLU ke-5.000...
Resmikan SPKLU ke-5.000 di Priok, PLN Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
Purbaya Ungkap Subsidi...
Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit Dimulai Juni 2026, Insentif Mobil Berapa?
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
INDEF GTI: Insentif...
INDEF GTI: Insentif Kendaraan Listrik Idealnya Dicabut Bertahap
PGN Gelar Program Tukar...
PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved