PLN Fokus Wujudkan Keadilan Energi Lewat Pemerataan Infrastruktur Kelistrikan
Kamis, 19 November 2020 - 13:19 WIB
loading...
Rapat dengar pendapat PLN di DPR RI, Rabu (18/11/2020). Foto: PLN
A
A
A
JAKARTA - Upaya PLN mencapai posisi kinerja keuangan dan operasional yang sehat, terus dilakukan, antara lain dengan melakukan peningkatan pendapatan dan upaya efisiensi di berbagai sektor. Hal ini dijelaskan Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi XI di dedung DPR, Jakarta, kemarin.
Secara lengkap, Zulkifli menjelaskan, selain upaya peningkatan pendapatan dan efisiensi, dukungan dari penyertaan modal negara (PMN) juga menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kinerja keuangan dan juga untuk pembiayaan belanja modal. Khususnya dalam proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi pada pelaksanaan program listrik desa, termasuk pembangkit EBT & penunjang program listrik desa.
Baca juga: Keroyokan Percepat Kendaraan Listrik, PLN Dibantu Hyundai, Wuling, GESITS dan Grab
"Dukungan dari PMN tentu sangat penting bagi kami, terutamanya dalam meningkatkan kemampuan pendanaan PLN . Dana PMN akan digunakan untuk mendanai pembiayaan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya untuk peningkatan rasio elektrifikasi," ungkap Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam siaran persnya.
Sesuai Undang-Undang APBN No. 9 Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 27 Oktober 2020, mengalokasikan PMN yang kepada PLN untuk tahun 2021 sebesar Rp5 triliun. Adapun sekitar Rp2 triliun digunakan untuk pembangunan transmisi dan gardu induk dan Rp3 triliun digunakan untuk jaringan distribusi termasuk pembangkit EBT listrik desa penunjang program listrik desa.
Dalam RDP tersebut, PLN juga memaparkan kajian kelayakan proyek dan dampak ekonomi dan sosial. Di mana, PMN tahun 2021 ini akan memberikan dampak tidak hanya bagi PLN, tetapi juga bagi masyarakat, manfaat PMN ini antara lain: Meningkatkan pemerataan akses ketersedian listrik bagi rakyat (program peningkatan rasio elektrifikasi).
Kemudian menciptakan multiplier effect melalui peningkatkan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pembayaran pajak, peningkatan ekonomi sektor riil, sehingga dapat menjadi daya dorong pertumbuhan perekonomian daerah/nasional. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan peningkatan aktivitas produksi, perdagangan, maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Secara lengkap, Zulkifli menjelaskan, selain upaya peningkatan pendapatan dan efisiensi, dukungan dari penyertaan modal negara (PMN) juga menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kinerja keuangan dan juga untuk pembiayaan belanja modal. Khususnya dalam proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi pada pelaksanaan program listrik desa, termasuk pembangkit EBT & penunjang program listrik desa.
Baca juga: Keroyokan Percepat Kendaraan Listrik, PLN Dibantu Hyundai, Wuling, GESITS dan Grab
"Dukungan dari PMN tentu sangat penting bagi kami, terutamanya dalam meningkatkan kemampuan pendanaan PLN . Dana PMN akan digunakan untuk mendanai pembiayaan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya untuk peningkatan rasio elektrifikasi," ungkap Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam siaran persnya.
Sesuai Undang-Undang APBN No. 9 Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 27 Oktober 2020, mengalokasikan PMN yang kepada PLN untuk tahun 2021 sebesar Rp5 triliun. Adapun sekitar Rp2 triliun digunakan untuk pembangunan transmisi dan gardu induk dan Rp3 triliun digunakan untuk jaringan distribusi termasuk pembangkit EBT listrik desa penunjang program listrik desa.
Dalam RDP tersebut, PLN juga memaparkan kajian kelayakan proyek dan dampak ekonomi dan sosial. Di mana, PMN tahun 2021 ini akan memberikan dampak tidak hanya bagi PLN, tetapi juga bagi masyarakat, manfaat PMN ini antara lain: Meningkatkan pemerataan akses ketersedian listrik bagi rakyat (program peningkatan rasio elektrifikasi).
Kemudian menciptakan multiplier effect melalui peningkatkan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pembayaran pajak, peningkatan ekonomi sektor riil, sehingga dapat menjadi daya dorong pertumbuhan perekonomian daerah/nasional. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan peningkatan aktivitas produksi, perdagangan, maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Lihat Juga :