Pekan Depan, IHSG Masih Bisa Terkoreksi

loading...
Pekan Depan, IHSG Masih Bisa Terkoreksi
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Setelah beberapa hari kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG)terus mengalami penguatan, ke depan IHSG diprediksi akan mengalami koreksi. Selama sepekan kemarin indeks mengalami penguatan sekitar 1,36%.

Head Research Astronacci International Anthonius Edyson menyatakan bahwa minggu depan IHSG akan masih terkoreksi. Pasalnya, akan ada time resistance sehingga terjadi koreksi pendek sebelum kembali reli. (Baca juga:Ditutup Melemah, Analis Nilai Koreksi IHSG Masih Sehat)

"Masih ada koreksi pendek sebelum kembali reli," ujar Anthonius dalam Market IDX Channel, Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Kata dia, koreksi yang akan terjadi pada pekan depan akan bersifat pendek, atau tidak terlalu lama. Dengan demikian, indeks bisa akan kembali menguat.



"Kalau mau lihat volatalitas harga beberapa terakhir ini jadi enggak dalem. Jadi koreksinya pendek-pendek," bebernya.

Anthonius menambahkan, dalam jangka pendek indeks akan bisa menggapai level yang lebih tinggi dari pentupan akhir pekan ini. "Support terdekat di area 5.800 tapi pergerakannya enggak sampe sana karena volatality lebih rendah dibandingkan sebelumnya," jelasnya.

Seperti diketahui, indeks pada penutupan perdaganganakhir pekan ini (20/11/2020) masuk ke zona merah. IHSG ditutup turun 22,40 poin atau 0,40 persen ke 5.571.



Pada penutupan perdagangan, terdapat 201 saham menguat, 259 saham melemah dan 161 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp12,2 triliun dari 24,8 miliar lembar saham yang diperdagangkan. (Baca juga:Biden Yakin Sudah Pilih Menteri Keuangan yang Disukai Semua Demokrat)

Indeks LQ45 turun 2,21 poin atau 0,25 persen ke 884,89, indeks JII turun 0,62 poin atau 0,11 persen ke 593,68, indeks IDX30 turun 0,74 poin atau 0,15 persen ke 481,63 dan indeks MNC36 turun 1,34 poin atau 0,43 persen ke 311,77.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top