Menguji Skema Iclusive Closed Loop di Sektor Pertanian
Sabtu, 21 November 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Di sektor peternakan, sistem ini telah berhasil meningkatkan daya saing produk budidaya peternakan dalam negeri, beserta produk ternak dan turunannya. Terlebih, budidaya peternakan saat ini menghadapi sejumlah kendala. Seperti pasokan bibit ternak dan ternak budidaya melalui perusahaan atau perseorangan. Namun, sampai saat ini untuk bidang peternakan, tidak ada perubahan karena belum ada ketetapan terkait peraturan pemerintah.
Untuk sektor peternakan, Juan menambahkan, Kadin mengusulkan ditetapkannya peraturan pemerintah berdasarkan asas ekonomi dan protokol kesehatan veteriner sehingga mampu meningkatkan daya saing produk budidaya peternakan dalam negeri beserta turunannya. Sebab, budidaya peternakan saat ini sedang menghadapi sejumlah kendala seperti pasokan bibit ternak.
Tidak hanya berhenti pada industri peternakan, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi lukman mengatakan, saat ini industri makanan dan minuman kekurangan bahan baku, solusinya harus diperkuat dengan upaya kemitraan para pelaku ekonomi melalui skema ini.
Ada sejumlah fakta di Indonesia bahwa usaha di sektor pangan, khususnya makanan dan minuman, berkembang dengan pesat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial. Fenomena ini telah menarik perhatian para private equity. (Lihat videonya: Siswi SD di Gowa Buta Usai Belajar Daring 4 Jam)
"Banyak private equity yang melihat pangan di Indonesia sebagai sektor yang sangat menjanjikan untuk investasi. Di Northstar, kami juga investasi di perusahaan agritech seperti eFishery," ujar Adhi. (Aprilia S Andyna)
Untuk sektor peternakan, Juan menambahkan, Kadin mengusulkan ditetapkannya peraturan pemerintah berdasarkan asas ekonomi dan protokol kesehatan veteriner sehingga mampu meningkatkan daya saing produk budidaya peternakan dalam negeri beserta turunannya. Sebab, budidaya peternakan saat ini sedang menghadapi sejumlah kendala seperti pasokan bibit ternak.
Tidak hanya berhenti pada industri peternakan, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi lukman mengatakan, saat ini industri makanan dan minuman kekurangan bahan baku, solusinya harus diperkuat dengan upaya kemitraan para pelaku ekonomi melalui skema ini.
Ada sejumlah fakta di Indonesia bahwa usaha di sektor pangan, khususnya makanan dan minuman, berkembang dengan pesat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial. Fenomena ini telah menarik perhatian para private equity. (Lihat videonya: Siswi SD di Gowa Buta Usai Belajar Daring 4 Jam)
"Banyak private equity yang melihat pangan di Indonesia sebagai sektor yang sangat menjanjikan untuk investasi. Di Northstar, kami juga investasi di perusahaan agritech seperti eFishery," ujar Adhi. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :