Menguji Skema Iclusive Closed Loop di Sektor Pertanian

Sabtu, 21 November 2020 - 10:35 WIB
loading...
A A A
Survei PRISMA mengenai "Dampak Covid-19 terhadap petani" pada Oktober 2020 menyebutkan pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan permintaan dan harga jual produk pertanian. Hal ini dapat dilihat dari turunnya nilai tukar petani (NTP) dari tahun ke tahun. Bahkan, antara April dan Juni 2020 angka NTP di bawah 100. Kondisi ini semakin memprihatinkan, terutama di tengah kondisi panen raya yang seharusnya berlangsung pada Mei 2020. (Baca juga: Januari 2021, Sekolah Boleh Gelar Tatap Muka)

"Manfaat pertama dari skema ini adalah menyejahterakan petani, peternak, dan nelayan Indonesia. Saya yakin dengan strategi ini, ada kontribusi dari petani untuk menggerakkan kembali ekonomi," tegas Franky.

Adapun manfaat kedua, yaitu menjaga ketahanan pangan. The Economist Intelligence Unit mengukur tingkat ketahanan pangan di 113 negara melalui Global Food Security Index (GFSI). Menurut GFSI, ketahanan pangan Indonesia cenderung membaik dalam enam tahun terakhir, terbukti Indonesia saat ini berada di peringkat ke-62 dari sebelumnya yang berada di peringkat ke-75.

Ketiga, keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan penelitian Food and Agriculture Organization (FAO) pertanian merupakan salah satu sektor yang menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) yang tinggi. Seiring tingginya permintaan pangan, program pertanian berkelanjutan harus jadi pedoman dalam pengembangan pertanian di Indonesia, khususnya pada masa pandemi dan berlanjut pascapandemi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Makanan Olahan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe menambahkan, sistem inclusive closed loop sudah berhasil diterapkan para petani kelapa sawit dan mereka mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Dari hasil itu, dia yakin sistem tersebut juga bisa diterapkan pada komoditas lainnya.

Apabila hal tersebut diinginkan, maka perlu juga disiapkan skema pendamping seperti public private partnership (PPP) agar bisa konsistensi menjalankan peningkatan kebutuhan pangan. "Membuat inclusive closed loop itu mahal dan tidak mudah. Jadi, kalau komoditas lainnya ingin seperti sawit, tidak mungkin bisa cepat dalam kondisi sekarang. Karena itu, perlu ada skema pendamping seperi PPP untuk komoditas nonsawit tersebut," kata Juan. (Baca juga: Jangan Kendor, Olahraga Harus Tetap Dilakukan Pada Masa Pandemi)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Rekomendasi
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
Perut Begah Bikin Tak...
Perut Begah Bikin Tak Nyaman, Ini Tips Mencegahnya
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Tim Advokasi Roy Suryo Minta KY Awasi Hakim: Khawatir Ada Intervensi
Berita Terkini
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
Rachmat Gobel Meninggal...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Menaker: Figur Teladan dalam Mengelola Perusahaan
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved