Jokowi Potong Libur Panjang Akhir Tahun, Juragan Hotel Tambah Nelangsa

loading...
Jokowi Potong Libur Panjang Akhir Tahun, Juragan Hotel Tambah Nelangsa
Ilustrasi hotel. FOTO/REUTERS
JAKARTA - Instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar liburan akhir tahun diminimalisir akan berdampak pada industri sewa jasa perhotelan. Sekretaris Jendral Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan industri hotel akan semakin merana karena tidak ada keuntungan yang masuk.

(Baca juga : Wonders, Program Digital untuk Promosikan Wisata Indonesia pada Dunia )

"Hotel pasti terdampak okupansinya karena kalau kita lihat hotel ini bisa ada pengunjung saat liburan panjang tapi dengan liburan dipotong maka keuntungan perhotelan makin minus," ujar Maulana saat dihubungi SINDOnews, di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Ini Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Rumah saat Liburan Akhir Tahun



Tidak hanya itu, industri pariwisata juga pasti terdampak. Pasalnya industri pariwisata terdongkrak akibat dampak liburan. "Di sini untuk pasar domestik setiap libur nasional memicu pergerakan wisata atau bisnis tourism. Tapi dengan liburnya dikurangi pasti terdampak," ujar dia.

Baca Juga: Libur Akhir Tahun Dipangkas, KAI Akan Sesuaikan Jadwal

Padahal dengan adanya libur panjang pihaknya berharap dapat membangkitkan pariwisata sehingga bisnis hotel ikut terdampak. "Kita akui liburan ini okupansinya nggak terlalu besar dan pada saat weekdays okupansinya akan drop," jelasnya.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top